BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (25)

Apakah Niat Bisa Dihukum?

Selasa, 3 Februari 2026 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam Kitab Hadis Al-Muwaththa’, karya Imam Malik ibn Anas RA, diriwayatkan sebuah hadis yang cukup kontroversial. Suatu ketika, Usamah ibn Zaid ibn Haritsah ibn Syurahbil al-Kalbi diminta menjadi Panglima Angkatan Perang. Ia tercatat sebagai panglima termuda yang pernah ditunjuk Nabi dalam sejarah Islam, karena saat itu usianya baru 17 tahun.

Pengangkatan ini sempat menuai protes. Namun, Umar ibn Khaththab justru marah dan mendukung Usamah agar tetap menjadi Panglima Angkatan Perang yang sah sebagaimana diangkat oleh Nabi. Usamah tetap menjabat sebagai panglima hingga Nabi wafat dan kemudian dipertahankan oleh Abu Bakar ketika ia menjadi khalifah pertama.

Baca juga : Kisah Aisyah Dan Tobat Yang Gugurkan Sanksi

Kelebihan Usamah banyak diungkap dalam sejarah. Ia selalu memenangkan peperangan yang dipimpinnya, meskipun menghadapi musuh-musuh yang tangguh.

Suatu ketika, Usamah ibn Zaid berhasil menjebak seorang musuh bebuyutannya di pinggir tebing. Musuh tersebut benar-benar terpojok dan tidak memiliki alternatif untuk melarikan diri. Menyadari keadaannya yang terdesak, musuh itu lalu meneriakkan dua kalimat syahadat: Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya).

Baca juga : Apakah Tobat Bisa Menggugurkan Sanksi Korupsi?

Namun Usamah tetap menghunus pedangnya dan membunuh musuh yang telah bersyahadat itu. Peristiwa ini disaksikan oleh sebagian sahabat, dan di antara mereka ada yang melaporkannya kepada Nabi bahwa Usamah telah membunuh seseorang yang sudah mengucapkan syahadat. Mendengar laporan tersebut, Nabi sangat marah dan segera memanggil Usamah. Diketahui bahwa jika Nabi marah besar, urat-urat di dahinya tampak melintang.

Nabi bertanya kepada Usamah, “Mengapa engkau membunuh orang yang telah bersyahadat?” Usamah menjawab, “Ia adalah musuh yang sangat berbahaya, dan syahadat itu hanyalah siasatnya untuk menyelamatkan diri”.

Adsense

Baca juga : Sikap Anti-KKN Khalifah Umar ibn Abdul Aziz

Menurut Usamah, musuh itu tidak dapat mundur atau melarikan diri karena berada di pinggir tebing, sehingga satu-satunya cara untuk selamat adalah bersyahadat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense