Dark/Light Mode
Sosiologi Korupsi (23)
Apakah Tobat Bisa Menggugurkan Sanksi Korupsi?
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ada sebuah kasus pada zaman Nabi Muhammad SAW yang menarik untuk dikaji secara komprehensif. Diriwayatkan dalam kitab hadis Sahih Muslim, pada suatu waktu seorang perempuan Ghamidiyyah, didorong oleh rasa penyesalan yang mendalam, menghadap Nabi dan menceritakan pengalamannya.
Perempuan itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah berselingkuh dengan laki-laki lain yang bukan suamiku hingga menyebabkan aku hamil. Karena itu aku datang untuk membersihkan diri dan memohon agar aku dijatuhi hukuman rajam.”
Baca juga : Sikap Anti-KKN Khalifah Umar ibn Abdul Aziz
Mendengarkan pengakuan tersebut, Nabi sangat terkejut dan mengingatkan perempuan itu agar tidak main-main dengan hukuman rajam. Dengan penuh kearifan, Nabi meminta perempuan itu kembali ke rumahnya. Namun keesokan harinya, perempuan tersebut kembali datang dan berkata, “Ya Rasulullah, mengapa Engkau tidak menjawab pengaduanku? Apakah Engkau meragukanku sebagaimana Engkau meragukan pengaduan Ma’iz? Demi Allah, aku sekarang benar-benar hamil.”
Mendengar pengakuan yang jujur itu, Nabi menjawab, “Datanglah kembali setelah engkau melahirkan bayimu.”
Baca juga : Sikap Umar terhadap Gratifikasi
Beberapa bulan kemudian, perempuan Ghamidiyyah itu kembali menghadap Nabi sambil menggendong bayi yang baru dilahirkannya. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku telah melahirkan.” Nabi mengapresiasi keteguhan perempuan tersebut seraya berkata, “Pergilah, susuilah anakmu hingga engkau menyapihnya.”
Setelah masa menyusui berakhir, perempuan itu kembali menghadap Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, inilah aku. Anakku telah berhenti menyusu dan sudah dapat makan.” Ia juga menjelaskan bahwa anak tersebut akan diasuh oleh seseorang dari kaum muslimin. Setelah itu, Nabi memutuskan agar perempuan tersebut dirajam sebagai hukuman atas tindak pidana perzinaan yang telah dilakukannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.