BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (35)

Kasus Pengecualian Dalam Kisah Nabi Musa

Sabtu, 14 Februari 2026 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Di dalam hadis ditemukan sejumlah riwayat yang menceritakan peristiwa unik, yang meski tampak menyimpang, tidak serta-merta bisa dijadikan alasan pembenar atas sebuah tindak kriminal secara umum.

Sebagai contoh, dikisahkan Nabi Musa AS. diperintahkan Tuhan melalui mimpi untuk segera menguburkan seorang "sahabat Tuhan" yang wafat sehari sebelumnya, namun jenazahnya masih tergeletak tanpa ada yang mengurus.

Nabi Musa segera mencari alamat yang dimaksud. Ia berkeliling kampung menanyakan perihal jenazah tersebut, namun tak seorang pun penduduk tahu.

Baca juga : Kasus Pengecualian Dalam Kisah Nabi Ibrahim AS

Sore harinya, saat hendak kembali, Nabi Musa menjumpai seorang Pak Tua—tokoh yang paling disegani di kampung itu.

Nabi Musa bertanya mengenai keberadaan jenazah "sahabat Tuhan" tadi. Pak Tua menjawab, "Aku orang yang paling dituakan di sini. Pasti aku tahu jika ada warga yang meninggal, apalagi jika orang itu saleh atau sahabat Tuhan.

Namun, memang ada satu orang yang meninggal kemarin dan mayatnya masih di luar kampung. Hanya saja, dia orang jahat yang dikucilkan warga karena sering meresahkan dan suka mengambil barang milik orang lain."

Baca juga : Kasus Pengecualian

Nabi Musa meminta diantarkan ke lokasi tersebut. Alangkah terkejutnya beliau saat menyaksikan bahwa jenazah si "tukang onar" itu ternyata adalah sosok yang dimaksud dalam mimpinya sebagai sahabat Tuhan.

Penasaran mengapa seorang sahabat Tuhan dicap sebagai pembuat onar, Nabi Musa menghabiskan waktu berhari-hari untuk menelusuri riwayat hidupnya.

Akhirnya, beliau bertemu dengan teman dekat almarhum.

Adsense

Baca juga : Cara Malaikat Memutuskan Perkara

Teman tersebut mengungkapkan bahwa almarhum bukanlah orang jahat seperti yang disangkakan.

Memang benar ia sering mengambil barang orang lain, terutama bahan makanan, namun semua itu bukan untuk dirinya sendiri. Ia membagikannya kepada fakir miskin di kampung itu. Ia sadar bahwa di sana tidak ada yang peduli pada penderitaan rakyat kecil; penguasanya zalim dan orang-orang kayanya kikir.

Nyawa kaum daif yang terancam kelaparan itulah yang ia selamatkan, meskipun harta tersebut diperoleh dengan cara-cara kontroversial.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense