Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari-Muslim dari Abi Sa’id al-Khudri, Nabi pernah menceritakan kisah seorang penjahat yang telah membunuh 99 orang. Ia bermaksud untuk insaf dan meninggalkan dunia kejahatan yang selama ini digelutinya. Ia kemudian mencari seorang ulama yang bisa membimbingnya.
Bertemulah ia dengan seorang ulama. Ia bertanya, apakah masih ada ampunan Tuhan baginya setelah melakukan dosa-dosa besar, termasuk membunuh 99 nyawa. Sang ulama menjawab dengan tegas, “Jangankan 99, membunuh satu orang saja sudah pasti membuatmu masuk neraka.”
Baca juga : Kedudukan Sanksi Adat dan Budaya
Mendengar jawaban ketus tersebut, si pemuda merasa putus asa, lalu menghunus pedangnya dan membunuh ulama itu. Genaplah 100 orang yang telah ia bunuh.
Namun, pemuda ini masih penasaran jika ada ulama lain yang bersedia membimbingnya. Akhirnya, ia berjumpa dengan seorang yang arif bijaksana.
Baca juga : Kedudukan Sanksi Sosial
Ia diarahkan untuk menjumpai seorang ulama dan ahli ibadah di sebuah tempat tertentu. Ia diminta untuk mengikuti perintah ulama tersebut dan dilarang kembali ke kampung halamannya yang penduduknya sudah bobrok.
Pemuda itu pun menempuh perjalanan menuju daerah yang dimaksud. Namun, di tengah jalan, maut menjemputnya. Mayatnya kemudian didatangi oleh dua sosok malaikat.
Baca juga : Kedudukan Sanksi Moral
Malaikat pertama bermaksud membela dan menyelamatkannya ke dalam surga karena niat baiknya untuk bertobat. Malaikat kedua datang untuk menjebloskannya ke dalam neraka, mengingat tumpukan dosa besar yang telah dilakukannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.