BREAKING NEWS
 

Ketika Agama Mengalami Desakralisasi

Minggu, 28 Juni 2026 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Selain itu, terdapat pula kepentingan ekonomi, misalnya keengganan membahas persoalan riba dalam sistem perekonomian karena dorongan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Faktor lain adalah kepentingan etnis, yaitu ketika identitas kesukuan atau kedaerahan lebih diutamakan daripada nilai-nilai universal agama demi mengunggulkan kelompok tertentu.

Baca juga : Ketika Agama Kehilangan Fungsi Kritis

Di sisi lain, perkembangan ilmu pengetahuan juga dapat memunculkan persoalan baru. Misalnya, praktik kloning manusia yang terus dikembangkan atas nama sains, padahal dalam perspektif Islam persoalan tersebut mengandung dimensi etika dan kesucian tubuh manusia yang tidak sederhana.

Desakralisasi ajaran agama sama berbahayanya dengan upaya menyakralkan nilai-nilai adat istiadat yang pada hakikatnya bersifat profan. Tidak jarang suatu nilai budaya diperjuangkan seolah-olah memiliki kedudukan yang sakral, padahal kesakralan itu dibangun demi kepentingan tertentu.

Baca juga : Ketika Agama Kehilangan Daya Jihad

Dengan kata lain, sakralisasi terhadap nilai-nilai yang sebenarnya tidak sakral sama berbahayanya dengan desakralisasi terhadap nilai-nilai yang benar-benar sakral.

Agama dan adat istiadat, atau yang kini sering disebut sebagai kearifan lokal, pada dasarnya tidak perlu dipertentangkan. Keduanya justru perlu ditempatkan secara proporsional sehingga dapat berjalan berdampingan secara harmonis.

Baca juga : Ketika Agama Hanya Di Sektor Hilir

Agama tetap menjadi sumber nilai yang sakral, sementara adat berfungsi sebagai ekspresi budaya yang memperkaya kehidupan masyarakat tanpa harus mengambil alih kedudukan ajaran agama itu sendiri.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 28 Juni 2026 dengan judul "Ketika Agama Mengalami Desakralisasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense