Dark/Light Mode

Memahami Simbol-Simbol Haji (14)

Air Zamzam, Alami Dan Steril

Sabtu, 23 Mei 2026 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Almarhum Prof. Faisal, peneliti senior dan dosen Fakultas MIPA UNHAS Makassar, pernah menguji kandungan air Zamzam. Hasilnya sangat menakjubkan. Air Zamzam ternyata merupakan air alami yang sangat steril. Jika diambil dengan alat yang bersih, air Zamzam dapat digunakan untuk membersihkan luka pascaoperasi tanpa harus disuling terlebih dahulu. Kandungan airnya juga kaya akan zat besi, yang di Indonesia biasanya ditemukan dalam sayur-mayur hijau seperti bayam dan sejenisnya. Subhanallah, di kawasan padang pasir tentu tidak mudah menemukan tumbuhan hijau seperti itu.

Ketika air Zamzam dipanaskan dengan kadar yang sama seperti air lokal sebagai pembanding, ternyata air Zamzam lebih lambat mendidih dibandingkan air biasa. Selain itu, air Zamzam juga kaya mineral dan zat-zat lain yang tidak ditemukan dalam air lokal.

Jika dihubungkan dengan karya dan temuan Dr. Masaru Emoto dari Yokohama Municipal University, Jepang, yang terkenal melalui bukunya The Hidden Messages in Water, terdapat pandangan tentang hubungan interaktif antara air dan doa yang diperdengarkan oleh seseorang. Dalam konteks ini, air Zamzam mungkin merupakan mata air yang paling lama mendengarkan doa secara terus-menerus selama 24 jam sepanjang ribuan tahun. Di antara doa yang paling sering terdengar di sekitar mata air Zamzam ialah:

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk, la syarika lak.

Baca juga : Air Zamzam

Dengan sugesti atau mungkin memang sebagaimana yang dikemukakan oleh Masaru Emoto, air Zamzam diyakini dapat memberikan khasiat nyata bagi setiap orang.

Asal-usul munculnya air Zamzam bermula ketika Siti Hajar, ibu Nabi Ismail, berlari ke sana-kemari antara Bukit Safa dan Marwah untuk mencari air bagi bayinya. Sang bayi menangis sambil menghentakkan kedua tumitnya ke tanah.

Subhanallah, dari bekas hentakan kedua tumit itulah memancar mata air yang jernih. Karena bunyi gemerciknya, mata air itu kemudian disebut “Zamzam”, menirukan suara air yang berbunyi “zam-zam”.

Air inilah yang menyelamatkan kehidupan Nabi Ismail dan ibunya. Sayangnya, sekarang kita tidak lagi dapat menyaksikan langsung sumur Zamzam karena berada di bawah tanah dan dikelola oleh pemerintah Arab Saudi. Airnya diambil menggunakan pompa dan pipa besar untuk dialirkan ke bak-bak penampungan. Kita tidak memiliki data pasti mengenai debit air yang diambil setiap menit dari sumur tersebut. Namun, yang jelas, hingga kini air Zamzam tidak pernah diketahui berkurang.

Baca juga : Hijir Ismail

Konon, pernah ada seorang ahli yang mencoba mengukur kedalaman sumur Zamzam dengan menggunakan alat pantulan suara, tetapi pantulannya tidak terdeteksi. Karena itu, kedalaman sumur Zamzam hingga sekarang masih menjadi misteri.

Mata air Zamzam pula yang mengangkat suku Quraisy sebagai pemimpin berbagai suku dan kabilah di kawasan Arab. Sebagaimana diketahui, besar kecilnya sebuah kabilah pada masa itu sangat ditentukan oleh besar kecilnya sumber air atau oasis di padang pasir. Semakin besar debit air sebuah oasis, semakin besar pula populasi yang dapat hidup di sekitarnya.

Oasis kecil biasanya hanya dihuni beberapa keluarga. Besar kecilnya oasis juga menentukan status sosial suatu kabilah. Kabilah-kabilah kecil biasanya meminta perlindungan kepada kabilah yang lebih besar, dan sebagai imbalannya mereka harus membayar pajak atau upeti tertentu. Laki-laki dari kabilah kecil pun tidak bebas menikahi perempuan dari kabilah yang lebih besar. Sebaliknya, kabilah besar memiliki pengaruh dan kekuasaan yang lebih luas terhadap kabilah-kabilah di bawahnya.

Karena mata air terbesar di kawasan itu adalah Zamzam yang dikuasai oleh suku Quraisy, maka Quraisy menjadi kabilah paling terpandang di wilayah tersebut—kabilah yang kemudian melahirkan Nabi Muhammad SAW. ***

Baca juga : Maqam Ibrahim

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 23 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-Simbol Haji (14) Air Zamzam, Alami Dan Steril"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.