Dark/Light Mode

Memahami Simbol-Simbol Haji (17)

Thawaf, Simbolik Penyucian Diri

Selasa, 26 Mei 2026 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam artikel terdahulu dijelaskan bahwa thawaf merupakan ibadah formal tertua bagi para makhluk.

Thawaf juga menirukan apa yang pernah dilakukan nenek moyang kita, Adam dan Hawa.

Semua ini membuktikan bahwa manusia sebagai makhluk mikrokosmos harus tunduk, pasrah (islam), dan konsisten (istiqamah) terhadap ketentuan Sang Khaliq.

Muslim sejati, selain menyatakan kepasrahan total kepada Tuhan, juga harus memancarkan nilai-nilai pencerahan dan vibrasi kasih dalam kehidupan bermasyarakat, bukan menebarkan fitnah dan keresahan yang pada gilirannya dapat menyulut konflik serta memperlemah sendi-sendi keutuhan dan persatuan.

Sehebat apa pun seseorang, ia tidak pernah sepenuhnya bebas dari kekeliruan dan kesalahan.

Baca juga : Thawaf

Boleh jadi, 24 jam tidak cukup bagi kita untuk membicarakan kelemahan seseorang, tetapi 24 jam juga tidak cukup untuk membicarakan kelebihan orang yang sama.

Tuntutan dari mereka yang selalu mengidealisasikan figur manusia tanpa kelemahan dan kekurangan merupakan tuntutan yang tidak realistis, bahkan absurd. Namun demikian, jargon “kelemahan manusia” tidak dapat dijadikan alasan untuk melegitimasi, apalagi melanggengkan, kesalahan.

Dalam siklus kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa menjalankan fungsi-fungsi thawaf.

Orang-orang yang berthawaf di atas rel yang benar itulah yang disebut berjalan di atas jalan yang lurus, jalan yang penuh kenikmatan: Ihdina al-shirath al-mustaqim, shirath al-ladzina an‘amta ‘alaihim…

Orang-orang musyrik yang melakukan loyalitas dan penghambaan ganda kepada lebih dari satu objek yang seharusnya disembah, sesungguhnya telah menempuh rel kehidupan yang menyimpang.

Baca juga : Air Zamzam Dan Mata Air Misterius

Mereka inilah yang digambarkan Tuhan dalam Surah al-Hajj: “Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka seolah-olah ia jatuh dari langit lalu disambar burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS al-Hajj [22]: 31)

Orang-orang yang menyimpang dari sistem global Tuhan dan menyalahi tata krama kemanusiaan termasuk golongan yang keluar dari rel kehidupan.

Nurani (cahaya) dalam hati mereka berangsur-angsur padam, digantikan oleh hati yang zhulmânî, gelap gulita.

Cermin batin mereka menjadi buram sehingga tidak lagi mampu menangkap nur, cahaya Ilahi. Mereka teralienasi oleh gemerlap kehidupan dunia. Hati mereka tidak lagi tergetar menyaksikan penderitaan kaum dhuafa yang semakin lemah karena paham individualisme telah demikian merasuk ke dalam pikiran mereka.

Orang-orang seperti ini sulit merasakan ketenangan dan ketenteraman hakiki karena jiwanya dipadati nafsu penaklukan (power struggle).

Baca juga : Air Zamzam, Alami Dan Steril

Pada akhirnya, mereka kelelahan akibat tersedot oleh energinya sendiri. Dalam bahasa Al-Qur’an disebutkan:

“Barang siapa yang Allah kehendaki untuk diberi petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS al-An‘am [6]: 125)

Dengan demikian, thawaf yang dilakukan setiap kali kita menyelenggarakan ibadah memiliki makna dan fungsi ganda. Pertama, thawaf berfungsi sebagai rukun ibadah haji dan umrah. Kedua, yang tidak kalah penting, thawaf mengandung makna simbolik sebagai proses penyucian diri dari dosa dan kekhilafan masa lampau.*

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 26 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-Simbol Haji (17) Thawaf, Simbolik Penyucian Diri"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.