Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Berawal ketika malaikat mempertanyakan kebijakan Allah SWT yang hendak menciptakan makhluk baru bernama manusia, yang sekaligus akan menjadi khalifah di muka bumi (khalaif al-ardh). Allah SWT kemudian menegaskan, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS Al-Baqarah/2:30).
Menyadari kekeliruannya, para malaikat—dalam suatu riwayat—menyesali kelancangannya dengan berputar mengelilingi ‘Arasy, singgasana Tuhan, sambil memohon ampun.
Beberapa waktu kemudian, Allah SWT menciptakan miniatur ‘Arasy bernama Bait al-Ma’mur yang dibangun di bawah ‘Arasy. Di situlah para malaikat melanjutkan pengabdiannya kepada Allah SWT yang juga diikuti oleh planet-planet di jagat raya. Di tempat ini pula Adam dan Hawa diciptakan, kemudian ikut melakukan pengabdian kepada Tuhan dengan meniru pola pengabdian malaikat dan planet, yaitu berthawaf mengelilingi Bait al-Ma’mur.
Baca juga : Air Zamzam Dan Mata Air Misterius
Dalam perjalanan sejarah berikutnya, Adam dan Hawa melanggar perintah Allah SWT.
Keduanya dilarang mendekati pohon khuldi, tetapi karena godaan Iblis, mereka melanggar larangan tersebut dan kemudian diturunkan ke bumi, tempat penuh penderitaan. Penyesalan yang amat mendalam atas kekeliruan itu ternyata mengundang perhatian dan kasih sayang Tuhan. Penyesalan tersebut menjadi latar dibangunnya Ka’bah sebagai simbol kesucian dan rumah pertobatan pertama bagi umat manusia (QS Ali ‘Imran/3:96), yang kemudian terealisasi menjadi rukun Islam kelima, yaitu pelaksanaan ibadah haji bagi mereka yang memenuhi syarat dan memiliki kemampuan.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Adam diturunkan dari surga ke bumi, ada satu hal yang paling disedihkannya, yaitu ia tidak lagi dapat mengikuti ibadah para malaikat yang berthawaf mengelilingi ‘Arasy, singgasana Allah. Adam kemudian dihibur dengan dibangunnya Ka’bah sebagai Baitullah, miniatur ‘Arasy di bumi, lalu ia diperintahkan berthawaf mengelilingi Ka’bah.
Baca juga : Air Zamzam, Alami Dan Steril
Thawaf merupakan bentuk ibadah yang meniru para malaikat mengelilingi ‘Arasy.
Ternyata, seluruh makhluk di jagat raya juga melakukan “thawaf” yang serupa. Bulan dan bumi, misalnya, berthawaf mengelilingi matahari, sementara matahari beserta seluruh tata suryanya juga berthawaf mengelilingi pusat galaksi yang oleh para astronom disebut Milky Way atau Galaksi Bimasakti. Semua itu dengan setia tunduk dan menyembah kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa pun yang ada di langit dan di bumi, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohonan, hewan-hewan melata, dan sebagian besar manusia? Tetapi banyak manusia yang pantas menerima azab. Barang siapa dihinakan Allah, maka tidak ada seorang pun yang mampu memuliakannya. Sungguh, Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki.” (QS Al-Hajj/22:18)
Planet-planet yang ada di angkasa raya dengan tekun beredar pada garis edarnya masing-masing.
Sedikit saja planet-planet itu menyimpang dari orbitnya, maka akan terjadi perubahan dalam komposisi kehidupan, termasuk keseimbangan oksigen, serta berbagai akibat fatal lainnya bagi kehidupan manusia.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 25 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-simbol Haji (16) Thawaf"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.