BREAKING NEWS
 

Mengenal Islam Berkeindonesiaan (18)

Dari “Islam Arab” ke “Islam Nusantara”

Rabu, 22 Juli 2026 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sebagai contoh, tradisi halal bihalal setelah Idulfitri kini banyak diadopsi di berbagai negara, terutama di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut tentu tidak menjadi masalah. Yang menjadi persoalan adalah apabila ajaran Islam dipaksakan untuk selalu identik dengan tradisi dan budaya Arab.

Seolah-olah yang paling islami hanyalah tradisi dan budaya Arab, bahkan ada yang sampai membidahkan praktik-praktik keagamaan yang menyatu dengan budaya lokal. Misalnya, tradisi perkawinan yang dirangkai dengan adat-istiadat setempat sering kali dipersoalkan, padahal selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, hal tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat.

Baca juga : Anti Kekerasan

Sepanjang suatu tradisi dan budaya tidak bertentangan dengan substansi ajaran Islam, tradisi tersebut sah saja menjadi wadah bagi ajaran Islam untuk mengaktualisasikan dirinya. Sebagai contoh, Islam memerintahkan perempuan untuk menutup aurat, tetapi bentuk atau model pakaian penutup aurat tidak harus berupa cadar (chador, dari bahasa Persia), abaya yang merupakan tradisi masyarakat Syam, ataupun hijab dan jilbab sebagaimana dikenal dalam tradisi Arab.

Perempuan Muslim Indonesia tetap dapat mengenakan pakaian tradisional daerahnya masing-masing selama memenuhi substansi ajaran Islam tentang menutup aurat.

Baca juga : Menjunjung Tinggi Toleransi

Dengan demikian, yang terpenting bukanlah bentuk budaya yang dipakai, melainkan nilai dan tujuan syariat yang diwujudkan melalui budaya tersebut.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 22 Juli 2026 dengan judul "Mengenal Islam Berkeindonesiaan (18) Dari “Islam Arab” ke “Islam Nusantara”"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense