Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pemasangan pagar tinggi di beberapa pusat perbelanjaan memicu beragam spekulasi masyarakat. Kegaduhan berawal adanya narasi provokatif rencana demo jelang perayaan HUT ke-81 Kemedekaan RI. Namun para pengusaha menepis anggapan bahwa pemasangan pagar tersebut terkait adanya isu keamanan dan situasi ekonomi beberapa pekan terakhir ini.
“Mungkin untuk antisipasi musim kemarau Panjang, Mo,” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar tidak tertarik menanggapi komentar Petruk tentang maraknya pemagaran pusat perbelanjaan di beberapa wilayah Jakarta. Romo Semar sedang galau dengan maraknya kepala daerah terseret Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Setidaknya sudah 18 kepala daerah jadi tersangka dalam kasus korupsi belum lama ini.
Baca juga : Geger Satrio Ireng Dari Widara Kandang
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan pisang rebus dan Jadah bakar menambah semarak sarapan pagi Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Bima Suci membangun pagar tinggi di Padepokan Argakaelasa untuk menghadapi provokasi Patih Sengkuni.
Kocap kacarito, Bima berhasil mendapatkan kawruh kasampurnaning hidup dari Dewa Ruci saat menyelam ke dasar samudera. Bima bertemu langsung dengan Dewa Ruci yang membabarkan ilmu sangkan paraning dumadi. Setelah mendapatkan ilmu luhur tersebut, Bima ingin mengamalkan ilmunya kepada para kawula Amarta.
Baca juga : Pesan Padmanaba Kepada Sang Juara
Bima bergelar Begawan Bima Suci dan memilih lereng gunung Argakaelasa sebagai tempat mengajar para murid-muridnya. Argakaelasa masuk wilayah perbatasan antara Amarta dan Hastina.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.