Tausiah Politik
Sebelumnya
Jika orang-orang tersebut dijauhi sehingga mereka semakin jauh dari Tuhan, sementara kita dengan asyiknya beribadah sendirian tanpa kehadiran mereka yang boleh jadi menyita waktu, tenaga, pikiran, dan materi, maka kita termasuk dalam kategori ego spiritual.
Keberadaan ego spiritual tak ada ubahnya dengan ego duniawi yang lebih menekankan individualitas. Orang-orang seperti inilah yang disebut dalam Al-Qur’an tidak memiliki bekas-bekas sujud (atsar al-sujud).
Baca juga : Bhinneka Tunggal Ika: Islam (?)
Bekas sujud dalam Al-Qur’an bukanlah dengan sengaja menghitamkan dahi atau kening sebagaimana dilakukan oleh segelintir orang yang memahami secara tekstual ayat tersebut. Atsar al-sujud ialah komitmen sosial yang tinggi yang dimiliki seseorang sebagai bagian dari penghayatan nilai-nilai ajaran agama yang dianutnya.
Di antara bentuk ego spiritual ialah menikmati pujian dari orang-orang yang mengaguminya lantaran banyaknya ibadah yang dilakukan. Mungkin ia melaksanakan puasa Senin-Kamis, tidak pernah meninggalkan salat-salat rawatib, dan zikirnya terus berjalan. Lalu, dengan enteng ia memandang rendah orang lain yang tidak seperti dirinya.
Baca juga : Menghindari Ego Keummatan
Amal-amal kebajikannya lebih banyak digunakan untuk mengaktualisasikan diri sehingga orang lain takjub dan ia menikmati pujian-pujian mereka. Hanya karena keterampilannya menggunakan topeng-topeng kepalsuan, ia tidak dipermalukan oleh orang lain.
Jika tidak ada yang memujinya, misalnya dengan mencium tangannya atau melakukan berbagai macam bentuk kultus lainnya, maka sepanjang hari ia kehilangan semangat. Semakin banyak orang yang memujinya, semakin mabuk ia dengan pujian itu. Lalu, berbagai rekayasa dilakukan sedemikian rupa agar orang lain terus memujinya.
Baca juga : Kemerdekaan Berkeyakinan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 24 Agustus 2026 dengan judul "Meredam Ego Spiritual"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.