BREAKING NEWS
 

Makna Esoterik Ummat (2)

Kamis, 27 Agustus 2026 06:14 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat penderitaan yang berat.” (QS Ali ‘Imran/3:104-105).

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali ‘Imran/3:110).

Kedua ayat di atas sudah cukup menggambarkan makna holistik ummah. Ayat tersebut cukup jelas menunjukkan bahwa tidak semua umat Islam adalah ummah. Makna kuntum (ayat pertama) dan waltakum minkum (ayat kedua) mengisyaratkan bahwa tidak semua, melainkan hanya sebagian orang (arise out of you), yang masuk dalam kategori ummah. Allah SWT tidak mengatakan kunu (hendaklah kalian semua).

Baca juga : Makna Esoterik Ummat (1)

Dengan demikian, yang paling sempurna (perfect) ialah menjadi umat dalam makna esoterik. Tidak cukup hanya menjadi umat dalam makna eksoterik, yakni secara formal, jika sudah bersyahadat otomatis menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Ciri utama secara esoterik sebagai seorang ummat ialah “menyeru kepada kebaikan” (yad‘una ila al-khair).

Adsense

Penggunaan fi‘il mudhari‘ menunjukkan adanya kontinuitas secara intensif dalam menyerukan kebaikan (intensively inviting to all that is good). Jika masih putus-putus atau hanya sesekali, tidak bisa disebut yad‘una, melainkan hanya da‘a. Kemudian, “menyuruh kepada yang makruf” (ya’muruna bi al-ma‘ruf), yakni setelah merasakan betapa indah dan nikmatnya kemakrufan itu, lalu ia mengajak orang lain untuk menikmati kemakrufan tersebut (enjoining al-ma‘ruf).

Berikutnya, “mencegah dari yang munkar” (wa yanhawna ‘an al-munkar), yakni melarang atau mencegah kemunkaran (forbidding al-munkar).

Baca juga : Meredam Ego Spiritual

Dalam kitab-kitab tafsir sufi (tafsir isyari), yang dimaksud dengan ummah ialah orang-orang yang sudah mencapai tingkat khawas atau khawas al-khawas, yakni orang-orang yang betul-betul telah terpilih sebagai murshid, yaitu orang yang memiliki kapasitas sebagai pemberi petunjuk (spiritual master).

Orang yang bisa mengakses maqam spiritual ini tentu tidak mudah. Ia memerlukan komitmen yang tinggi, disertai latihan-latihan spiritual (riyadhah/spiritual exercises) dengan penuh ketulusan. Orang-orang yang sudah sampai kepada maqam ini, itulah yang dijanjikan Allah SWT dengan keberuntungan (ulaika hum al-muflihun).

Dalam ayat 105 dilanjutkan bahwa penghalang untuk terwujudnya khaira ummah ialah bercerai-berai (infiraq) dan bertikai (ikhtilaf), padahal sudah memahami al-khair dan al-ma‘ruf di dalam jiwanya. Orang-orang yang pikirannya dan jiwanya terkontaminasi oleh kekuatan power struggle akan sulit mengakses maqam ummah. Bahkan, dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka akan merasakan penderitaan (awful suffering). Orang-orang yang terkontaminasi secara mendalam tidak mampu merasakan keindahan batin dan, dengan sendirinya, sulit merasakan kebahagiaan sejati.

Ajakan untuk menjadi seorang atau komunitas ummah bukan hanya ajakan formal untuk menjadi sebuah komunitas Muslim, tetapi sesungguhnya merupakan ajakan untuk menjadi orang yang memiliki kekuatan batin (inner power) dan selanjutnya mampu memberikan pengaruh kepada orang lain dan alam semesta. (Allahu a‘lam).

Baca juga : Bhinneka Tunggal Ika: Islam (?)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 27 Agustus 2026 dengan judul "Makna Esoterik Ummat (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense