Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada Minggu, 30 Agustus 2026, saya menyampaikan keynote speech sekaligus membuka secara resmi “The 18th OMNI Comprehensive Vaccinology 2026” di Jakarta. Pertemuan berkala ini diikuti oleh ratusan dokter dan tenaga kesehatan, baik secara luring maupun daring.
Saya menyampaikan lima hal tentang pemahaman yang lebih luas mengenai pemberian vaksin.
Pertama, vaksin tidak hanya melindungi satu orang yang mendapatkannya. Secara lebih luas, vaksin juga melindungi masyarakat secara keseluruhan.
Baca juga : Dolly Parton Meninggal, Pernah Nyumbang 1 Juta Dolar AS Untuk Riset Vaksin Covid
Kedua, vaksin tidak hanya diberikan pada masa kanak-kanak, tetapi juga di berbagai tahap kehidupan dan memberikan perlindungan pada setiap tahap tersebut. Kita mengetahui ada vaksin yang diberikan untuk melindungi bayi, anak-anak, remaja, dewasa, perempuan hamil, hingga lansia.
Ketiga, dampak perlindungan vaksin jangan hanya dilihat dari seseorang yang terhindar dari penyakit. Keberhasilan program vaksinasi juga dapat dilihat dari cerianya murid-murid yang bersekolah, berkurangnya rasa takut masyarakat terhadap penyakit tertentu, serta terkendalinya berbagai penyakit menular.
Kita mengetahui bahwa penyakit cacar telah hilang dari muka bumi karena vaksinasi. Polio kini hanya terjadi di beberapa negara, sementara vaksin juga berperan penting dalam pengendalian pandemi Covid-19.
Baca juga : Lima Hal Penting Tentang Varian Baru Covid-19
Pada 2024, WHO menyatakan bahwa keberhasilan program vaksinasi dapat memperkuat sistem kesehatan, mengurangi beban pelayanan pasien di rumah sakit, serta berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dengan mencegah hilangnya atau berkurangnya produktivitas kerja.
Keempat, harus diakui bahwa memang ada sebagian pihak yang meragukan atau bahkan menolak vaksinasi. Kondisi ini disebut sebagai vaccine hesitancy.
Pada dasarnya, kondisi tersebut dapat terjadi karena kesalahan atau misinformasi yang diterima. Jika berlangsung berkepanjangan, hal itu bahkan dapat menyebabkan keengganan atau penolakan terhadap bukti ilmiah yang nyata mengenai manfaat besar vaksinasi bagi kesehatan.
Baca juga : Siswa SD Dapat Vaksin MR guna Cegah Penyebaran Campak
Kelima, untuk mengatasi vaccine hesitancy, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar berdasarkan data ilmiah yang valid. Para dokter dan tenaga kesehatan juga memiliki peran penting untuk memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga, serta melakukan penyuluhan kepada masyarakat luas.
Selain itu, diperlukan pula peran pemerintah di berbagai tingkatan serta tokoh masyarakat untuk meningkatkan literasi mengenai pentingnya vaksinasi bagi kesehatan anak bangsa, di mana pun berada.
Sebagai penutup, disampaikan bahwa WHO menyebutkan program vaksinasi di dunia telah berhasil menyelamatkan sedikitnya 154 juta jiwa sejak 1974. Artinya, setiap menit terdapat enam kehidupan yang berhasil diselamatkan melalui vaksinasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.