Dark/Light Mode

Kalventis Dorong Perlindungan Keluarga melalui Vaksin Dewasa & Vaksin EV71 HFMD

Jumat, 29 Mei 2026 18:37 WIB
Foto: Kalventis.
Foto: Kalventis.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), menggelar edukasi kesehatan bersama Mandaya Royal Hospital Puri bertajuk “Pentingnya Vaksin Dewasa dan Vaksin EV71 HFMD untuk Perlindungan Keluarga”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kalventis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi sebagai langkah preventif untuk melindungi seluruh anggota keluarga.

Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno, mengatakan Kalventis berkomitmen mendukung kesehatan masyarakat melalui penyediaan vaksin yang disesuaikan dengan beban penyakit menular di Indonesia.

“Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyehatkan bangsa dengan menyediakan vaksin yang diselaraskan dengan beban penyakit menular di Indonesia. Kami juga berupaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai peran penting vaksinasi di segala tahapan usia dalam melindungi keluarga," ujar Vidi. 

Diingatkannya, anak-anak, orang dewasa, dan lansia tetap berisiko terpapar berbagai penyakit infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius.

Menurutnya, vaksinasi yang lengkap bagi seluruh anggota keluarga dapat menciptakan cocoon immunity, yaitu perlindungan tidak langsung bagi individu yang rentan dan tidak dapat menerima vaksin karena faktor usia maupun kondisi medis tertentu.

Vidi menjelaskan, vaksinasi dewasa juga berperan penting dalam menurunkan risiko seseorang menjadi pembawa (carrier) penyakit menular, terutama bagi individu yang memiliki mobilitas tinggi dan aktif bekerja.

Baca juga : Imigrasi Dorong Penguatan Wewenang melalui Revisi UU TPPO

Senada dengan hal tersebut, Chief Medical Officer Mandaya Hospital Group, dr. Senta L. Kumurur, MM., menegaskan bahwa layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit melalui edukasi dan vaksinasi.

“Di Mandaya, kami tidak hanya mendukung proses pemulihan atau pengobatan pasien, tetapi juga mendorong peningkatan upaya pencegahan penyakit, salah satunya melalui penyediaan layanan vaksinasi yang lengkap untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak, dewasa, hingga lansia,” kata dr. Senta.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan program promotif dan preventif yang tengah didorong pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Vaksinasi dewasa sendiri dinilai penting untuk membantu mencegah berbagai penyakit infeksi berbahaya, seperti influenza, hepatitis B, meningitis, hingga Japanese Encephalitis (JE), yang dapat menyebabkan radang otak.

Selain vaksinasi dewasa, Kalventis dan Mandaya juga menyoroti pentingnya pencegahan penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) pada anak-anak melalui vaksin EV71 HFMD.

Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan hingga minggu ke-18 tahun 2026, tercatat lebih dari 18.000 kasus suspek HFMD di Indonesia. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Riau.

Dokter Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked(Ped), Sp.A, menjelaskan bahwa HFMD bukan sekadar penyakit dengan gejala ruam ringan.

Baca juga : Kadin dan Asosiasi Dorong Penempatan PMI ke Arab Saudi Melalui Skema Syarikah

“HFMD yang disebabkan virus EV71 berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi berat, radang otak (ensefalitis), gangguan jantung, hingga gagal napas. Dalam kasus tertentu, infeksi juga dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang motorik maupun kognitif,” ujarnya.

HFMD umumnya ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, lemas, penurunan nafsu makan, sariawan di mulut, serta ruam dan lepuhan pada tangan, kaki, dan sekitar mulut.

Penyakit ini paling sering menyerang anak usia di bawah enam tahun. Menurut dr. Handayani, penularan HFMD berlangsung sangat cepat melalui droplet, kontak langsung, maupun benda yang terkontaminasi virus.

Bahkan, orang dewasa tanpa gejala dapat menjadi pembawa virus di lingkungan keluarga. Karena itu, vaksinasi menjadi langkah pencegahan yang penting.

Vaksin EV71 HFMD dapat diberikan kepada anak mulai usia enam bulan hingga sebelum usia enam tahun sebanyak dua dosis dengan jarak satu bulan.

“Vaksin HFMD dapat diberikan pada anak sejak usia enam bulan hingga sebelum berusia enam tahun sebanyak dua dosis, dengan jeda satu bulan setelah dosis pertama,” jelasnya.

Vaksin EV71 HFMD telah memperoleh persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Baca juga : Nestle Dancow Dorong Semangat Belajar Anak Lewat Indonesia Cerdas Season 2

Berdasarkan hasil uji klinis, efikasinya mencapai 94,6 persen dalam mencegah HFMD akibat virus EV71 dan memberikan perlindungan hingga 100 persen terhadap komplikasi berat serta kebutuhan rawat inap.

Vidi Agiorno menambahkan, pada 5 Februari 2026 vaksin EV71 HFMD juga telah memperoleh persetujuan perluasan indikasi dari BPOM sehingga dapat digunakan untuk anak usia 6 hingga 71 bulan.

“Ini merupakan bagian dari langkah kami dalam mendukung perlindungan kesehatan yang optimal agar keluarga Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan kuat,” ucapnya.

Melalui kegiatan edukasi ini, Kalventis bersama Mandaya Royal Hospital Puri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya vaksinasi sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan keluarga secara menyeluruh.

Selain menghadirkan dr. Handayani sebagai narasumber, kegiatan ini juga menghadirkan dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K yang membahas pentingnya vaksinasi bagi orang dewasa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.