BREAKING NEWS
 

Kebakaran Hebat Kedaton Alengka

Selasa, 1 September 2026 06:08 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasta Brata merupakan delapan laku utama pengendalian diri sifat manusia. Kepemimpinan dalam Hasta Brata meneladani karakter delapan unsur alam semesta. Kedelapan unsur alam tersebut yakni; matahari, bulan, bintang, angin, mendung, api, samudera, dan bumi.

Api memiliki karakter sebagai pambrasta atau penegak keadilan. Api atau agni jumlah kecil bermanfaat sebagai sumber energi positif. Tapi kalau kobaran api tersebut dalam jumlah besar, maka karakter api berubah menjadi bencana.

“Apakah kebakaran hutan termasuk bencana alam, Mo?" celetuk Petruk serius. Romo Semar tidak serta merta mau menanggapi komentar Petruk tentang kebakaran hutan yang melanda wilayah Nusantara. Romo Semar sedang serius mengikuti Muktamar ke–35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Semoga hasil Muktamar ormas Islam terbesar tersebut dapat memberi sumbangsih kepada negeri yang sedang dilanda “Goro-Goro".

Baca juga : Fenomena Pagar Tinggi Argakaelasa

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Menu spesial lontong sayur menambah nikmat sarapan pagi di Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke zaman Ramayana. Di mana, terjadi kebakaran hebat di kerajaan Alengka.

Adsense

Kocap Kacarito, Hanoman diutus Prabu Rama Wijaya menyelidiki keberadaan Dewi Sinta di Kerajaan Alengka. Sinta diculik Prabu Rahwana saat berburu di hutan Dandaka. Kabar Dewi Sinta dibawa kabur Rahwana datang dari burung Jatayu. Konon Jatayu berusaha merebut Sinta dari Rahwana. Namun burung raksasa tersebut tewas saat bertanding melawan raja raksasa dari Alengka. Sebelum tewas Jatayu sempat menyebut nama Rahwana.

Prabu Rama menugaskan Hanoman seorang diri masuk kedaton Alengka. Penjagaan ketat pintu gerbang Alengka tidak menyurutkan nyali kera putih menemui Dewi Sinta. Hanoman dengan mudah berhasil masuk taman Arga Soka tempat Dewi Sinta disekap Rahwana.

Baca juga : Geger Satrio Ireng Dari Widara Kandang

Hanoman menyerahkan pesan dan cincin Prabu Rama kepada Sinta sebagai bukti cintanya. Namun belum sempat berpamitan, Hanoman keburu ditangkap Indrajid. Indrajit adalah anak Rahwana yang diberi tugas menjaga Sinta. Indrajid menangkap Hanoman dengan panah rantai yang dilepas dari jarak jauh.

Prabu Rahwana marah melihat Hanoman masuk taman Arga Soka. Dalam keadaan tangan diborgol, Hanoman dibawa ke alun-alun Alengka untuk dibakar hidup-hidup. Sebagai murid Dewa Bayu dewanya angin, Hanoman kebal terhadap panasnya bara api.

Hanoman tiwikrama mengubah wujudnya sebesar gunung anakan. Kobaran api di tubuhnya justru dibuat senjata untuk membakar istana Kerajaan Alengka. Rahwana dan kawula Alengka kocar-kacir menyelamatkan diri dari kobaran api yang disulut Hanoman.

Baca juga : Pesan Padmanaba Kepada Sang Juara

“Lalu hubungannya apa Hanoman dengan kebakaran hutan, Mo?" sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Hanoman mengingatkan perilaku zalim Rahwana dengan membakar istana Alengka,” jawab Romo Semar pendek. “Begitu pula dengan alam semesta mengingatkan kita. Fungsi hutan adalah sebagai penyeimbang ekosistem. Berani mengubah fungsi hutan dengan jalan dibakar, maka tinggal tunggu waktu kutukan seperti yang terjadi di Alengka," papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi meninggalkan Petruk. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense