BREAKING NEWS
 

Jika Negara Abai terhadap Kemaksiatan

Jumat, 18 September 2026 05:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Semua agama menentang kemaksiatan. Semua agama memberikan ancaman dahsyat terhadap para pelaku dan orang-orang yang menolerirnya, termasuk dalam hal ini negara. Akumulasi dosa dan kemaksiatan yang dilakukan di suatu negeri tidak hanya menghancurkan diri orang yang bersangkutan, tetapi juga alam dan negara tempat mereka hidup secara kolektif.

Bahkan, orang-orang baik yang hidup di dalam komunitas tersebut pun dapat ikut merasakan akibatnya. Hal ini dengan tegas disebutkan dalam ayat:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS Ar-Rum/30: 41).

Baca juga : Makna Hidup Beragama

Sebaliknya, jika dalam suatu negeri penduduknya beriman dan bertakwa, dan negara tidak abai terhadap kemaslahatan agama warganya, Allah SWT. menjanjikan:

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
(QS Al-A’raf/7: 96).

Adsense

Jika kemaksiatan merajalela di sebuah negeri tanpa ada upaya dari pihak penguasa untuk mengatasinya, Allah SWT. memberikan ancaman secara tegas dalam banyak ayat. Bahkan, Al-Qur’an memberikan i‘tibar dan pelajaran penting kepada umat melalui kisah umat-umat terdahulu.

Baca juga : Harmoni Antara Agama Dan Pancasila

Sebagai contoh, umat Nabi Nuh yang keras kepala, sementara kezaliman dan kriminalitas merajalela dalam masyarakatnya (QS An-Najm/53: 52), ditimpa bencana banjir besar (QS Hud/11: 40). Umat Nabi Syu’aib yang korup dan penuh kecurangan (QS al-A’raf/7: 85; Hud/11: 84–85) ditimpa gempa yang menggelegar dan mematikan (QS Hud/11: 94). Umat Nabi Saleh yang kufur, hedonistik, dan mencintai dunia secara berlebihan (QS As-Syu’ara’/26: 146–149) ditimpa azab berupa keguncangan dan gempa bumi (QS Hud/11: 67–68). Umat Nabi Lut yang dilanda kemaksiatan dan penyimpangan seksual (QS Hud/11: 78–79) ditimpa azab berupa gempa bumi dahsyat (QS Hud/11: 82). Penguasa Yaman, Raja Abrahah, yang rakus dan ambisius ingin mengambil alih Ka’bah, dihancurkan dengan cara mengenaskan sebagaimana dilukiskan dalam QS Al-Fil/105: 1–5.

Bagi negara yang rawan bencana seperti Indonesia, seharusnya negara dan agama sama-sama berperan dalam upaya memitigasi bencana. Upaya tersebut bukan hanya dilakukan dengan mencegah perusakan lingkungan alam, seperti pembakaran dan penggundulan hutan, perusakan alur sungai, serta berbagai tindakan lain yang menyebabkan rusaknya ekosistem, tetapi juga dengan berani mencegah meluasnya dosa dan kemaksiatan di dalam masyarakat.

Dalam bahasa Kitab Suci berbagai agama, dosa dan kemaksiatan dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat mengundang kemurkaan Tuhan dan berakibat fatal bagi manusia.

Baca juga : Mengindonesiakan Umat Beragama

Perjudian yang merajalela, kecanduan alkohol dan narkoba, kejahatan seksual, maraknya korupsi, serta kedurhakaan terhadap orang tua dapat menjadi sebab datangnya kemurkaan Tuhan yang mengambil bentuk bencana alam dan wabah epidemi, sebagaimana dikisahkan dalam berbagai Kitab Suci. Negara tidak boleh melegalkan segala bentuk kemaksiatan dan kedurhakaan. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis mengingatkan kita bahwa umat-umat terdahulu mengalami kehancuran karena perbuatan kekufuran, kezaliman, dan kemaksiatan.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 dan 6, edisi Jumat, 18 September 2026 dengan judul "Jika Negara Abai terhadap Kemaksiatan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense