Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ada diskusi menarik di IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1990-an tentang konsep Al-Qur’an dan sains modern. Prof Ahmad Baiquni, yang pada waktu itu kita kenal sebagai seorang santri yang ahli di bidang nuklir, menegaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an begitu gamblang dan cukup lengkap berbicara tentang adanya sistem sains dan teknologi dalam Al-Qur’an, khususnya dalam bidang fisika.
Akan tetapi, Prof Harun Nasution dan Prof Quraish Shihab dengan santun menolak pandangan tersebut dengan alasan yang berbeda. Prof Harun Nasution mengemukakan bahwa tidak ada sistem sains dan teknologi dalam Al-Qur’an. Yang ada hanyalah dasar-dasar pemikiran tentang sains dan teknologi, yang belum cukup lengkap untuk disebut sebagai sebuah sistem.
Sementara itu, Prof Quraish Shihab membayangkan adanya kelemahan logika jika pada suatu saat teori yang diklaim sebagai sains Al-Qur’an ternyata dievaluasi dan gugur di kemudian hari. Bukan saja teorinya yang dianggap termakan usia, melainkan Al-Qur’an yang dijadikan legitimasi pun berpotensi mengalami nasib yang sama.
Sampai akhir hayatnya, Prof Baiquni tetap gigih mempertahankan pendapatnya tentang adanya sistem sains dalam Al-Qur’an.
Baca juga : Reartikulasi Konsep Perekonomian
Prof Harun Nasution mengingatkan agar kita tidak mengulang sejarah Bibel yang pernah mengalami intervensi pemahaman terlalu jauh oleh kelompok elite tertentu sehingga pada suatu masa Bibel kehilangan kepercayaan umat. Sementara itu, Prof. Quraish Shihab mendasarkan pandangannya dengan mengangkat ayat:
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman/31:34)
Potongan ayat wa ya‘lamu mā fī al-arḥām (“dan mengetahui apa yang ada dalam rahim”) oleh sebagian mufasir ditafsirkan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui apa yang ada dalam rahim, termasuk jenis kelaminnya. Ternyata, dengan perkembangan sains dan teknologi modern, janin dalam kandungan sudah dapat dideteksi melalui monitor komputer dengan menggunakan USG.
Dengan demikian, diketahui bahwa bukan hanya Allah SWT yang dapat mengetahui kondisi janin, tetapi juga para dokter spesialis kandungan.
Baca juga : Menghindari Polemik Destruktif
Artikulasi pemahaman seperti itu tentu tidak lagi sepenuhnya relevan. Karena itu, menurut Quraish Shihab, diperlukan reartikulasi, misalnya dengan mengatakan bahwa hanya Allah Yang Maha Mengetahui secara mutlak tentang takdir, jodoh, atau masa depan kehidupan janin dalam kandungan.
Temuan sains dan teknologi modern yang sedemikian canggih membuat sejumlah penafsiran di kalangan ulama klasik menjadi lemah atau mengalami kebuntuan. Bagaimanapun, penafsiran ulama terdahulu, jika tidak dilakukan reartikulasi, memang berpotensi menimbulkan kekecewaan di kalangan generasi baru umat Islam yang semakin kritis.
Dengan reartikulasi makna dan penafsiran terhadap sejumlah ayat dan hadis, dimungkinkan tumbuh kembali spirit dan gelombang baru kecintaan terhadap Al-Qur’an, sesuai dengan dan melalui pranata-pranata modern. Reartikulasi pemahaman terhadap ayat dan hadis sekaligus menjanjikan reaktualisasi kandungan ayat-ayat tersebut.
Al-Qur’an telah dirancang oleh Allah SWT sebagai kitab suci dan agama samawi terakhir. Dengan sendirinya, Al-Qur’an dan Islam harus dapat membuka diri terhadap analisis dan berbagai kajian kritis terhadapnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika Al-Qur’an dan Islam dijadikan objek kajian secara terbuka. Bukankah Tuhan sendiri pernah berfirman:
Baca juga : Mengelola Bahasa Agama
Innā naḥnu nazzalnā al-dzikra wa innā lahu laḥāfiẓūn
(“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”) (QS al-Hijr/15:9)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 22 September 2026 dengan judul "Konsep Sains dan Teknologi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.