BREAKING NEWS
 

Wejangan Bima Dan Kehidupan Sejati

Selasa, 22 September 2026 07:07 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus untuk memutuskan sesuatu dengan benar sesuai aturan pada bidangnya. Kepakaran tidak cukup diukur dengan ilmu yang dikuasai. Seorang pakar harus mengerti permasalahan yang dihadapi. Seseorang disebut bijaksana apabila dapat memadukan kepakaran yang dimiliki dengan pemahaman suatu masalah.

“Kenapa seorang pakar sampai dikatain goblok, Mo?” celetuk Petruk serius. Romo Semar enggan nimbrung polemik tentang kepakaran. Sejatinya Romo Semar sedang galau dengan antrean panjang BBM di beberapa wilayah. Lifting minyak kita terus merosot. Di sisi lain, harga minyak dunia terus melambung dampak dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Selama tidak ada investasi baru di sektor minyak dan gas, produksi minyak kita akan terus stagnan.

Seperti biasa Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi tubruk. Penganan pisang rebus dan singkong bakar menambah semarak nuansa pagi Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabharata. Di mana, wejangan Bima tentang kawruh sangkan paraning dumadi membuat murka Bethara Guru.

Baca juga : Kawah Candradimuka Bergolak

Kocap Kacarito, Prabu Puntadewa mengadakan pertemuan khusus dengan para kadang Pandawa dan Prabu Kresna. Pertemuan tersebut untuk menghormati dan mensyukuri kembalinya Bima dari perjalanan spiritual dalam mencari ilmu sangkan paraning dumadi di dasar samudera.

Adsense

Konon kepergian Bima sempat menimbulkan pro dan kontra. Bima mencari air kehidupan atas perintah Pandita Durna dan restu Prabu Duryudana. Duryudana dan Kurawa ingin melihat Bima tewas saat terjun ke dalam samudera. Konspirasi jahat Kurawa ternyata gagal. Bima muncul dari dasar samudera dan berhasil mendapatkan kawruh suci dari Dewa Ruci.

Bima bermaksud mengajarkan ilmu sangkan paraning dumadi kepada Pandawa dan Kresna. Yaitu perjalanan suci dari mana asal-usul manusia dan ke mana akhir kehidupan. Sebetulnya ilmu kehidupan sejati tidak boleh sembarangan diajarkan secara terbuka. Hal ini untuk mencegah salah tafsir dalam memahami ilmu tersebut.

Baca juga : Kebakaran Hebat Kedaton Alengka

Bima belum paripurna medar sabda, tiba-tiba muncul Dewa Narada dari Khayangan. Kedatangan Dewa Narada atas perintah Bethara Guru. Bethara Guru murka dengan apa yang dilakukan Bima kepada Pandawa. Bima dianggap lancang tanpa izin dewa mengamalkan ilmu kehidupan sejati.

Awalnya Bima tidak bersedia menghadap Bethara Guru. Karena Bima tidak melakukan kesalahan apa pun. Puntadewa mengadakan rapat mendadak menyikapi perilaku sewenang-wenang Bethara Guru. Pandawa bersatu padu menghadapi tuduhan Bethara Guru. Sedangkan Prabu Kresna berada di belakang kekuatan Pandawa.

“Kenapa para dewa khayangan marah Mo?" sela Petruk mem buyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Bethara Guru marah karena takut tersaingi kesaktiannya,” jawab Romo Semar pendek. "Seharusnya Bethara Guru merangkul Pandawa untuk membangun jongring salaka dan arcapada. Bukan malah curiga kepada para pakar. Kalau kaum cendekia tidak peduli dengan permasalahan bangsa. Maka bencana sosial tinggal menunggu waktu,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. OYE

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense