Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Paham misogini merupakan pandangan yang menempatkan perempuan sebagai sosok yang patut dibenci. Pandangan ini antara lain berangkat dari anggapan bahwa perempuanlah yang menggoda suaminya, Adam, sehingga seluruh umat manusia harus terusir dari surga yang penuh kenikmatan dan turun ke bumi yang penuh penderitaan. Paham misogini dianggap melanggengkan antropologi patriarkal, yaitu suatu tatanan masyarakat yang lebih mengedepankan dan mengutamakan laki-laki dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Dalil-dalil agama kerap dijadikan dalih untuk memojokkan kaum perempuan. Pemahaman keagamaan yang telah mengendap di alam bawah sadar perempuan dan diwariskan secara turun-temurun dalam waktu yang sangat panjang melahirkan kesan seolah-olah perempuan memang tidak pantas memiliki kedudukan yang sejajar dengan laki-laki. Penyebaran kebencian terhadap kaum perempuan melalui legitimasi agama dapat dikategorikan sebagai Religious Hate Speech (RHS) atau ujaran kebencian berbasis agama.
Baca juga : Mengeksploitasi Dalil-dalil Agama
Ada tiga konsep teologis yang mencitrakan perempuan secara negatif dan perlu ditinjau kembali. Pertama, anggapan bahwa perempuan diciptakan semata-mata untuk melengkapi hasrat dan keinginan Adam di surga. Kedua, keyakinan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, berada di sebelah kiri, paling bawah, dan paling pendek. Ketiga, anggapan bahwa perempuan merupakan penyebab terusirnya nenek moyang manusia, Adam, dari surga ke bumi akibat godaannya. Ketiga konsep teologis tersebut telah melahirkan apa yang dapat disebut sebagai teologi misoginis.
Dalam Alkitab, keberadaan perempuan secara tegas dikaitkan dengan tujuan penciptaan perempuan (Hawa), yakni untuk melengkapi kebutuhan Adam. Penegasan ini dapat ditemukan dalam Kitab Kejadian 2:18:
“Tuhan Allah berfirman: Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Ayat ini kerap disalahpahami karena ditafsirkan secara terlalu tekstual. Ungkapan a helper suitable for him (penolong yang sepadan dengannya), misalnya, tidak semestinya dimaknai sebagai penegasan bahwa perempuan memiliki kedudukan lebih rendah daripada laki-laki.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.