BREAKING NEWS
 

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (27)

Menimbang Aspek Kontinuitas Dan Orisinalitas

Minggu, 24 Februari 2019 06:56 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Islam sebagai ajaran yang sarat dengan nilai-nilai universal sudah barang tentu memiliki pola dialektik sejarahnya.

Dengan kata lain, satu sisi harus mempertahankan orisinalitas dan unsur-unsurnya yang genuine, tetapi pada sisi lain harus mampu menembus batas-batas geografis dengan seperangkat nilai-nilai lokalnya.

Baca juga : Belajar Dari Terobosan Nabi Yusuf

Dalam kenyataan dialektika sejarah Islam, selain harus “menjinakkan” sasaran-sasarannya, maka ia pun harus dijinakkan oleh sasaran-sasarannya.

Sebagai contoh, selain harus mengislamkan Mesir, Persia, anak benua India, dan Nusantara, maka terlebih dahulu ia harus mengalami proses pemesiran, pemersiaan, pengindiaan, dan penusantaraan.

Baca juga : Berangkat Dari Asas Universal

Sama seperti Islam dalam periode awal, Islam yang lahir dan tumbuh di jazirah Arab lalu berekspansi keluar di kawasan sekitarnya, maka nilai-nilai Islam pun harus mengalami penyesuaian ke dalam dua konteks peradaban dengan apa yang disebut Marshall Hodgson dengan Irano-Semit di bagian Timur dan Afro-Erasia di bagia Barat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense