Sebelumnya
Sejauh ini para ahli mencurigai beberapa hal. Pertama Biologi, perubahan kimiawi alami tubuh atau fungsi otak. Kedua Genetika, tetapi gen spesifik belum diidentifikasi. Ketiga, Proses Belajar, yakni dari mengamati anggota keluarga atau secara bertahap dipelajari dari waktu ke waktu.
Baca juga : 2 Tahun Ngilang, Aliando Syarief Berjuang Kontrol Mental Illness OCD
Memiliki orang tua atau anggota keluarga lain dengan gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan OCD. Ada juga mungkin terkait dengan peristiwa hidup yang penuh tekanan. Jika kamu pernah mengalami peristiwa traumatis atau stres, risiko bisa meningkat.
Baca juga : Jangan Kendor Lawan Corona, Jaga Daya Tahan Tubuh Dan Mental
Reaksi ini mungkin, untuk beberapa alasan, memicu pemikiran yang mengganggu, ritual dan karakteristik tekanan emosional OCD. Selain itu, OCD bisa jadi terkait dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, atau penyalahgunaan zat.[MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.