BREAKING NEWS
 

Agar Jejak Digital Tak Cemari Curriculum Vitae, Jaga Jempol Saat Berinternet

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Senin, 13 Mei 2024 14:10 WIB
Flyer webinar literasi digital untuk segmen pendidikan yang dihelat Kominfo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Senin (13/5). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jejak digital (digital footprint) jadi hal penting yang wajib dirawat dalam aktivitas saat bergaul dan berinteraksi di ruang digital. Yang positif akan berdampak bagusnya citra diri dan bisa mempromosikan karier kita. Tapi, kalau ceroboh, berisiko mencemarkan curriculum vitae, bikin personal branding kita rusak, dan masa depan terganjal. Sudah banyak korban.

”Belum lama terjadi, ada anak SMA di Jakarta yang gagal mendapatkan beasiswa dari Harvard University. Ketika dicek, akun medsosnya pernah men-share aksi menyiksa kucing. Itu hal serius di Amerika. Ujungnya, jatah beasiswa anak itu dibatalkan di detik-detik terakhir. Jangan sampai itu terulang pada adik pelajar di sini,” kata Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia Eko Prasetya, dalam webinar literasi digital untuk segmen pendidikan yang dihelat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Tolitoli, Senin (13/5).

Eko berpesan kepada siswa peserta webinar untuk merawat betul postingan dan perilaku saat berkomentar, bikin konten, atau menanggapi informasi yang diakses di ruang digital. ”Jaga selalu agar bercitra positif dan memberi manfaat buat banyak orang. Jadilah pribadi yang positif, karena yang dihadapi di ruang digital itu sama dengan khalayak di pergaulan nyata,” ujarnya.

Mengusung tema ”Waspada Rekam Jejak Digital di Internet”, webinar ini diikuti ratusan siswa dan tenaga pendidik seantero Kabupaten Tolitoli. Mereka menggelar nonton bareng (nobar) dengan aplikasi Zoom Meeting dari ruang kelas di sekolah masing-masing.

Baca juga : Libur Lebaran, Jokowi Temani Cucu Wisata Satwa Di Deli Serdang

Semaraknya nobar tampak berlangsung antara lain di SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 Tolitoli, juga SMAN 1 Dampal Selatan, SMPN2 Ogodeide, MTs Muhammadiyah Tolitoli, SMPN 2 Basidondo, SMPN 1 Dondo, serta MTs Al Khairat Malomba.

Menjawab pertanyaan M Fadli Alaeza dari SMAN Dampal Selatan, terkait yang mesti dijaga agar jejak digital kita selalu positif, key opinion leader Novindah Sochmariyanti menyebut, jadikan kebiasaan tidak mudah share data pribadi di akun medsos.

Adsense

Sebelum tidur, lanjut Novindah, biasakan hapus semua riwayat cache dan cookies. Selain membuat ponsel tak keberatan memori, juga aman dari ancaman hacker.

”Lantas, biasakan akses website resmi yang aman. Juga, jangan tergoda kalau ada link yang menawarkan hadiah aneh dan berlebihan. Sudah banyak korban kasus penipuan digital dengan godaan macam itu,” ujarnya.

Baca juga : Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan

Novindah juga menyebut, pastikan jejak digital akun kita tak pernah melayani link yang menggoda dengan aplikasi perjudian, hoaks, dan pornografi yang membuat semangat belajar dan kreativitas berkarya yang positif justru tercemar. ”Waspada dan jauhi,” pesannya, dalam diskusi yang dipandu moderator Chichi Zakaria.

Sesuai tema webinar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli Usman menambahkan, sikap bijak dan kreativitas saat mengakses internet akan menjadi penolak dan penghancur banyak konten negatif yang membanjiri ruang digital dan makin tak terbendung.

”Manfaatkan internet untuk mengakses dan menyebarkan konten-konten positif, baik itu konten pengetahuan, seni, budaya, agama, dan lainnya. Dengan begitu, internet dapat menjadi solusi agar anak, remaja, siswa dan juga santri, terbentengi dari beragam konten negatif yang menyerbu ruang digital tanpa kendali,” ujar Usman.

Usman menyatakan, internet akan jadi anugerah buat masa depan siswa kalau kita jadi pengendalinya. ”Jangan mau dikendalikan teknologi. Itu sinyal teknologi berisiko jadi musibah, kalau kita jadi budaknya,” pungkasnya.

Baca juga : Minta Tak Dipanggil Gibran, Kaesang: Saya Lebih Ganteng

Webinar seperti dihelat di Tolitoli ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dilaksanakan sejak 2017. Program #literasidigitalkominfo tersebut tahun ini mulai bergulir pada Februari 2024, berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring.

Meningkatkan kecakapan warga masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital menjadi penting, karena menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 jiwa penduduk Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense