BREAKING NEWS
 

Ngeri, Angka Kelahiran Di Jepang Di Rekor Terendah Dalam 125 Tahun

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 27 Februari 2025 17:40 WIB
Ilustrasi jam sibuk di jalanan ketika orang pulang kerja di Shibuya, Jepang. (Foto Freepik)

 Sebelumnya 
Menurut Kementerian Kesejahteraan Jepang, sistem pensiun Jepang juga menghadapi tekanan, dengan semakin sedikitnya pemberi kontribusi dan semakin banyak penerima manfaat. Dalam dua dekade terakhir, jumlah orang yang membayar iuran pensiun turun sekitar 3 juta, sementara jumlah penerima meningkat hampir 40 persen.

Baca juga : Pengerukan Sungai, Waduk Dan Saluran Air Di Jakarta Terkendala Jalan Sempit

Penurunan angka kelahiran yang terus berlanjut sebagian mencerminkan keengganan generasi muda untuk memiliki anak, meskipun ada upaya dari Pemerintah. Melanjutkan inisiatif pendahulunya, Perdana Menteri (PM) Shigeru Ishiba mendorong paket kebijakan pengasuhan anak senilai 3,6 triliun yen. Mencakup dukungan bagi calon orang tua serta perbaikan kondisi kerja bagi tenaga pengasuhan anak.

Baca juga : Tersangka Penembakan Di Mall Malaysia, Tewas Dalam Baku Tembak Dengan Polisi

Namun sayang, kebijakan tersebut jauh dari hasil yang diinginkan. Institut Nasional Penelitian Populasi dan Jaminan Sosial, lembaga yang didukung pemerintah itu sebelumnya memperkirakan jumlah kelahiran akan mencapai 779.000 pada 2024.

Baca juga : Peruri Libatkan UMKM Binaan Di Pelatihan Yang Digelar Kementerian BUMN

"Kita perlu menyadari bahwa tren penurunan angka kelahiran belum dapat ditahan. Namun, jumlah pernikahan mengalami peningkatan. Mengingat adanya hubungan yang erat antara jumlah pernikahan dan jumlah kelahiran, kita harus fokus pada aspek ini juga," pungkas PM Ishiba, dilansir Independent.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense