Dark/Light Mode

Trump Kecewa Dengar Keluhan Negara Yang Tidak Terlibat Dalam Pertemuan Riyadh

Rabu, 19 Februari 2025 07:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto Net)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Rusia di Istana Diriyah, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (18/2/2025), menyetujui kesepakatan terkait pemulihan hubungan bilateral AS dan Rusia, dan pembicaraan yang membuat Donald Trump makin yakin perang Ukraina akan berakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Rusia dipimpin Menteri Luar Negeri (Menlu) Sergey Lavrov dan Penasihat Utama Kebijakan Luar Negeri, Yuri Ushakov. Di pihak AS diwakili Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz, dan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

Saudi sebagai tuan rumah diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Turut mendampingi Pangeran Faisal adalah Penasihat Keamanan Nasional Saudi, Mosaad bin Mohammad Al Aiban. Namun, tidak ada pejabat Ukraina terlihat dalam pertemuan itu.

Baca juga : Pemimpin Eropa Gelar Rapat Darurat Di Paris

Trump dalam jumpa pers mengatakan perundingan itu berjalan baik, dan semakin yakin dapat mengakhiri perang Ukraina. 

"Saya pikir saya memiliki kekuatan untuk mengakhiri perang ini, dan saya pikir itu berjalan dengan sangat baik," kata Trump.

Trump menyesalkan pihak-pihak yang kecewa karena tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut. 

Baca juga : Komdigi Dengarkan Suara Anak dalam Sempurnakan Regulasi Perlindungan Digital

"Saya sangat kecewa, saya dengar mereka kesal karena tidak diberi tempat duduk," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apa yang akan dia katakan kepada warga Ukraina yang merasa "dikhianati".

"Hari ini saya dengar, oh, baiklah, kami tidak diundang. Nah, Anda sudah berada di sana selama tiga tahun... Anda seharusnya tidak pernah memulainya. Anda seharusnya bisa membuat kesepakatan," sindir Trump.

Beberapa pemimpin Eropa khawatir Washington akan membuat kesepakatan besar dengan Rusia dan menulis ulang pengaturan keamanan benua itu. 

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Gencar Sosialisasi Manfaat Program Pada Perusahaan Binaan

Secara resmi, seperti yang dinyatakan juru bicara Kremlin Dmitri Peskov, pertemuan ini bertujuan untuk memulihkan hubungan AS-Rusia secara menyeluruh, mempersiapkan kemungkinan pembicaraan mengenai masalah Ukraina, dan mengatur pertemuan antara kedua presiden.

Faktanya, pertemuan ini berfungsi sebagai sarana bagi Trump untuk mengetahui niat sebenarnya dari mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, dalam hal kesediaan untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang Ukraina. 

Sebelum melakukan invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia pada 2014 telan membuat Crimea menjadi bagian negaranya. Rusia juga menduduki sebagian wilayah Donbas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.