BREAKING NEWS
 

Tren Infeksi Menular Seksual Usia 15-19 Tahun Meningkat Dalam 3 Tahun Terakhir

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 20 Juni 2025 12:52 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ina Agustina Isturini mengungkap fakta tren peningkatan kasus infeksi menular seksual (IMS) di kelompok usia 15-19 tahun dalam tiga tahun terakhir. Meski mayoritas kasus IMS terjadi pada kelompok usia produktif 25-49 tahun. 

"Kasus IMS pada kelompok usia 15-19 tahun banyak ditemukan di kota-kota besar, di provinsi besar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali," kata Ina dalam Temu Media: Program HIV dan IMS yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kemenkes, Jumat (20/6/2025).

Ina menjelaskan, tingginya temuan kasus IMS pada remaja seiring dengan jumlah tes yang meningkat pada kelompok usia tersebut. 

Tahun 2022, tes dilakukan pada 85.574 orang. Tahun 2023, meningkat hampir dua kali lipat: 158.378. Tahun 2024 meningkat lagi menjadi 291.672. 

"Meski menunjukkan peningkatan, positivity rate IMS pada kelompok usia 15-19 tahun memperlihatkan penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2023, positivity rate-nya 3 persen. Tahun 2023, 2 persen. Dan 2021, menurun lagi menjadi 1,6 persen," terang Ina.

Baca juga : Fraksi Golkar DPR: Hilirisasi Tingkatkan Daya Saing Bangsa

"Bisa jadi ini adalah fenomena gunung es yang mulai mencair. Orang sudah mulai memiliki kesadaran pentingnya melakukan tes infeksi menular seksual," lanjutnya Ina.

Lantas, apa yang paling mendominasi kasus IMS di Indonesia? 

"Kasus paling tinggi adalah sifilis. Tahun 2024, ada 4.589 kasus IMS. Sebanyak 48 persen di antaranya atau 2.191 itu adalah sifilis," beber Ina.

Adsense

Secara nasional, lanjutnya, pengobatan IMS menunjukkan progress yang lebih bagus dibanding HIV. Dua tahun berturut-turut, angkanya mencapai 90 persen. 

Pentingnya Edukasi Dini 

Ina menekankan pentingnya peran keluarga untuk melakukan edukasi dini terhadap bahaya IMS. Dimulai dari mengenalkan alat kelamin sebagai area privasi yang perlu dijaga. 

Baca juga : Kisah Sukses Investasi Sulianto Indria Putra, Usia 18 Tahun Punya 1 Juta Dolar

"Kemenkes sudah punya program pencegahan berupa sosialisasi kesehatan reproduksi untuk anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA. Dalam hal ini, diperlukan penguatan peran dari sekolah, misalnya dengan menjadikan remaja sebagai Duta Kesehatan," tutur Ina.

Sosialisasi pencegahan HIV-IMS dengan target preventif pada remaja meliputi lima hal sebagai berikut:

A - Abstinence - tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah

B - Be faithful - tidak berganti-ganti pasangan seksual 

C - Condom - hanya untuk pasangan suami istri yang berisiko

Baca juga : Beri Wejangan, Menteri PKP: Jaga Kualitas, Hindari Rumah Mangkrak Di Jawa Tengah

D - No Drugs - tidak menggunakan narkoba, terutama dalam bentuk suntik

E - Education - paham bagaimana mencegah IMS-HIV 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense