RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat pemerintahan Universitas Hasanuddin, Andi Lukman Irwan, menilai bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, tidak paham dalam urusan tata administrasi pemerintahan. Penilaian Lukman ini muncul setelah Abdul Hayat menyalahkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, terkait administrasi pengangkatan pegawai dalam sidang hak angket DPRD Sulsel beberapa waktu lalu.
Menurut Lukman, yang disampaikan Abdul Hayat menunjukkan kualitasnya yang tidak memahami tanggung jawab administrasi pemerintahan. Khususnya dalam hal pengangkatan pegawai.
Baca juga : Hati-Hati Penipuan Rekrutmen Pegawai PLN, Begini Memastikan Kebenarannya
“Ini salah satu bukti tak adanya kualitas kompentensi dari Sekrprov. Padahal, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33/2018 tentang Tugas Dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat, sangat tegas disebutkan bahwa dalam menjalankan tugas dan wewenang dibantu oleh perangkat Daerah Provinsi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Gubernur atau Sekprov,” jelas Lukman, Jumat (12/7)
Menurut Lukman, merujuk PP tadi, tanggung jawab seluruh proses administrasi pemerintahan ada pada Sekda sebagai pembantu gubernur. “Dengan menimpakan kesalahan terkait pengangkatan pejabat kepada Wagub memperlihatkan bagaimana karakter dan kualitas yang dimiliki Sekprov ini. Tak mau bertanggung jawab dan hanya sibuk menyelamatkan diri,” tudingnya.
Baca juga : KPU Tegaskan, Link Berita Yang Diajukan Kubu 02 Tak Bisa Dijadikan Alat Bukti
Lukman menengarai, penyebab semua ini karena dalam proses seleksi dan pengangkatan pengawai di Pemprov Sulsel sudah diawali KKN. Termasuk pengangkatan Sekda. “Saya sudah katakan dulu bahwa prinsip kekeluargaan dalam pemerintahan tak boleh terjadi. Jangan ada sistem KKN dalam pengangkatan pejabat, apalagi itu seorang Sekprov,” ucapnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.