BREAKING NEWS
 

Patok 141 Ribu Anak Di Jaksel Ikut Imunisasi

Dinkes Siap Sisir Balita Door To Door Ke Rumah

Reporter : OSPI DARMA
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 4 Agustus 2022 07:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj).

 Sebelumnya 
Camat Cilandak, Djaharudin menyebut, 12.030 balita yang ditargetkan tersebar di lima Kelurahan. Yakni, Kelurahan Cilandak Barat sebanyak 3.399 anak, Cipete Selatan 1.833 anak, Gandaria Selatan 1.830 anak, Lebak Bulus 2.353 anak, dan Pondok Labu 2.615 anak.

Adsense

Djaharudin mengimbau, para ibu yang memiliki anak berusia lima bulan sampai kurang lebih empat tahun agar segera mengikutsertakan anaknya dalam program imunisasi ini.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu, menurutnya, pihaknya akan menggelar imunisasi jemput bola dengan mendatangi rumah warga.

“Kalau perlu nanti disisir balita yang belum datang ke Posyandu. Kami akan jemput bola ke rumah warga,” janjinya.

Baca juga : Tokoh Agama Di Jatim Ikut Vaksinasi, Kapolri: Jadi Penyemangat Kita Semua

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak, Maryati Kasiman menjelaskan, imunisasi dapat mencegah keparahan akibat penyakit seperti campak-rubela.

“Bagi (balita) yang belum lengkap imunisasinya bisa segera dikejar melalui layanan imunisasi ini,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang hendak mendaftarkan anaknya ikut tambahan imunisasi campak-rubela, lanjutnya, dapat melakukan secara online melalui aplikasi JAKI.

Selain itu, masyarakat juga bisa datang langsung ke lokasi tanpa mendaftar terlebih dahulu. Program imunisasi ini disediakan bagi masyarakat umum, baik warga Jakarta maupun warga yang ber-KTP non Jakarta di seluruh Indonesia yang belum menerima tambahan imunisasi campak-rubela.

Baca juga : DPRD DKI Ungkap 48,76 Persen Air PAM Hilang Karena Pipa Bocor

Adapun fasilitas pelayanan kesehatan yang bisa dikunjungi untuk melakukan program BIAN, di antaranya Puskesmas, Puskesmas Pembantu, rumah sakit Pemerintah, rumah sakit swasta, rumah sakit/klinik TNI dan Polri, klinik, praktik dokter swasta, tempat praktik mandiri bidan dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti Posyandu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, BIAN dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang bertujuan supaya anak Indonesia terlindung dari sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Menkes mengimbau para orangtua untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap. Sebab, pencegahan penularan penyakit dengan imunisasi jauh lebih murah dibandingkan biaya yang diperlukan untuk mengobati serangan penyakit.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapat imunisasi dasar lengkap saat pandemi Covid-19. Pada 2021, terdapat 25 Provinsi di Indonesia mengalami peningkatan kasus penyakit rubella.

Baca juga : Fraksi Demokrat Minta Tinjau Ulang Rapat Via Zoom Meeting

Program BIAN diharapkan bisa mengurangi kesenjangan imunitas di masyarakat,” kata Menkes. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense