Sebelumnya
Riza menyebut, Jakarnaval diadakan di Ancol untuk menggaet ribuan pengunjung.
“Di sini ada tribun sehingga penontonnya bisa jauh lebih banyak,” jelas dia.
Selain itu, lanjut Riza, untuk mempromosikan kembali Ancol sebagai destinasi wisata unggulan Jakarta yang sempat tutup sekitar dua tahun akibat pandemi Covid-19.
Menurut Riza, Pemprov DKI akan mengevaluasi kegiatan Jakarnaval 2022 agar lebih baik di masa mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, Jakarnaval ini sebagai salah satu daya tarik pariwisata di DKI Jakarta.
Tujuannya, mempromosikan maupun mensinergikan keragaman daya tarik wisata, budaya, kreativitas komunitas DKI Jakarta dan menggerakkan perekonomian lokal berbasis pariwisata.
Baca juga : Harkitnas, Momentum Bangun Kebanggaan Nasional Untuk Lawan Intoleransi
“Kegiatan ini sebagai simbol dari kebangkitan industri pariwisata DKI Jakarta pasca pandemi,” kata Andhika, Minggu (14/8).
Pada tahun ini, menurutnya, Jakarnaval lebih meriah. Karena, penonton dihibur band dan penyanyi top Indonesia antara lain Armada Band, Lyodra dan Juicy Luicy.
Andhika menyebut penyelenggaraan Jakarnaval 2022 ini menelan biaya Rp 5,4 miliar.
Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, Budi Aryanto mengatakan, animo penonton dalam Jakarnaval tahun ini sangat tinggi.
“Lebih dari 35 ribu pengunjung yang datang. Mereka antusias melihat parade dan memenuhi bangku tribun,” kata Budi.
Salah satu penonton Jakarnaval, Anin (32) warga Klender, Jakarta Timur, mengaku datang bersama keluarga untuk melihat pawai dan drama musikal, marching band, dan pertunjukan nusantara lainnya.
Baca juga : Dewan Minta Transjakarta Jangan Ngirit Pelatihan Sopir
“Untuk menonton parade ini bayar Rp 25 ribu untuk masuk Ancol, tapi kami puas dengan pertunjukan ini. Semoga parade ini bisa diadakan tiap tahunnya,” ujarnya.
Hal senada diutarakan Shanti (48), warga Cijantung, Jakarta Timur. Dia mengaku, sengaja mengisi liburan ke Ancol agar bisa ke pantai sekaligus nonton Jakarnaval.
“Sangat menarik, kami bisa refreshing sambil menyaksikan atraksi Jakarnaval. Anak-anak jadi tahu tarian tradisional,” pungkasnya.
Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mempertanyakan alasan menggelar Jakarnaval di Sirkuit Formula E, Ancol. Menurutnya, seharusnya karnaval digelar di jalan utama.
“Di luar negeri, karnaval itu digelar di pusat kota, di jalan protokol, supaya dapat dinikmati seluruh lapisan warga,” kata Gilbert kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Anggota Komisi B yang menaungi Pariwisata dan Kebudayaan menilai, karena digelar di Ancol, Jakarnaval menjadi tontotan eksklusif. Pemilihan lokasi tersebut tidak memikirkan warga tidak mampu untuk membeli tiket masuk Ancol.
Baca juga : Gelar Rakor, Kemendagri Mulai Sukseskan Pembangunan IKN
“Jangankan warga yang nggak mampu, yang mampu pun malas ke sana,” ucapnya.
Gilbert menduga, Pemprov DKI memilih sirkuit Formula E ini, untuk menunjukkan eksistensi dan manfaat sirkuit Formula E. “Supaya terkesan sirkuit Formula E nggak sia-sia,” imbuhnya.
Warganet juga memprotes lokasi penyelenggaraan Jakarnaval ini. Mereka menyerbu akun instagram @dkijakarta. “Kenapa nggak di GBK?” tanya @tria__dheka.
“Jakarnaval kenapa bayar lagi, tahun kemarin di Monas gratis,” kata @syaifulanwar8933.
“Dulu Gratis meramaikan Jalan Sudirman. Sekarang dipindahin ke Ancol jadinya bukan acara gratis buat rakyat kalau nontonnya di Ancol. Lah wong bayar, sedih sebagai warga Jakarta,” keluh @roedymlyd.
“Iya 2018 Sudirman-Thamrin-Monas. Saya masih ingat ada penampilan marching band dari Songo Edan, seru sekali,” timpal @ima.mariyama99. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.