Sebelumnya
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini berharap pendatang baru di Jakarta memahami aturan tersebut. Sehingga semua pendatang baru berkenan didata.
Kent menilai, saat ini Jakarta masih menarik minat pendatang baru. Sebab, Jakarta masih menjadi pusat kegiatan ekonomi nasional.
“Urbanisasi di Jakarta masih dan akan terus mengikuti pola arus balik mudik dari daerah ke Jakarta,” ucapnya.
Baca juga : Pembukaan Monas Week Diiringi Atraksi Video Mapping
Menurut dia, kebanyakan pendatang baru tertarik datang ke Jakarta karena mendengar cerita sukses saudara atau teman yang bekerja di DKI. Sayangnya, minat itu tidak dibarengi dengan pendidikan atau keahlian. Padahal, persyaratan untuk kerja kini makin ketat dan berat.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) PPRA Angkatan LXII ini mengimbau, para pemudik yang tinggal di Jakarta tidak membawa sanak saudara dari kampung halaman. Apalagi jika mereka tidak mempunyai keahlian.
“Jika tak ada keahlian akhirnya mereka akan menganggur,” katanya.
Baca juga : H-4 Lebaran, Pergerakan Arus Mudik Didominasi Penumpang Pesawat
Untuk menangani pendatang baru, Kent meminta Pemprov DKI berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Sebab, masalah pendatang baru bagian tanggung jawab Pemerintah Pusat.
“Harus koordinasi, integrasi dan sinkronisasi serta harmonisasi dalam merealisasikan kebijakan,” tandasnya.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Budi Awaluddin memastikan pihaknya bakal mendata pendatang baru. Namun, ditegaskannya, pihaknya tidak akan memproses layanan kependudukan bagi pendatang yang tidak memiliki tempat tinggal.
Baca juga : Sri Mul Kini Pilih Lewat Jalur Biasa
Budi mengatakan, pendataan kependudukan bagi para pendatang dilakukan selama sebulan ke depan usai periode arus balik mudik Lebaran 2023. Pelayanan ini meliputi pendatang yang menetap dan nonpermanen.
Budi menjelaskan, pendatang baru memiliki dua tipe. Pertama, mereka ingin menetap. Kedua, mereka penduduk yang non permanen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.