Sebelumnya
Disebutkannya, saat ini ada 100 petugas yang dikerahkan dalam proses pembersihan Waduk Pluit. Selain ekskavator, pihaknya mengerahkan 3 unit dreger phonton, 2 unit shovel dan 10 unit palka.
Chuseiri beralasan, banyaknya volume eceng gondok dan luas waduk mengharuskan petugas melakukan penyisiran secara hati-hati agar tidak mengakibatkan kerusakan alat.
Baca juga : RI Dorong Kerja Sama Produksi Alutsista Dengan Prancis
“Kami akan tambah personel dan peralatan. Target kami pekan depan rampung, mudah-mudahan bisa lebih cepat,” tandasnya.
Sebelumnya, pengamat tata kota Nirwono Joga mengatakan, Waduk Pluit tidak terawat lantaran keterbatasan anggaran. Selain sedimentasi lumpur tidak dikeruk, di area waduk terdapat tumpukan sampah.
Baca juga : Prabowo Serukan Kader Tidak Terjebak Politik Pecah Belah
Dia menerangkan, fungsi Waduk Pluit cukup vital sebagai langkah mitigasi banjir di kawasan Utara Jakarta. Jika pemeliharaan dan perawatan waduk tidak optimal maka bisa dipastikan efektivitas waduk juga akan berkurang.
“Pemprov DKI harus lebih optimal memelihara, merawat pompa, menjaga kebersihan waduk dan memberdayakan masyarakat sekitar waduk untuk mengolah eceng gondok, agar bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban waduk,” usulnya.
Baca juga : Jubir: Tidak Benar Mantan Penyidik KPK Punya Rekening Gendut
Tidak hanya itu, Pemprov DKI perlu mengendalikan pertumbuhan eceng gondok agar tidak merusak ekosistem yang ada.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 23/7/2023 dengan judul Akibat Tidak Terawat, Air Waduk Pluit Hitam Dan Penuh Eceng Gondok
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.