BREAKING NEWS
 

Nggak Bisa Akses PAM Dan Sumur Kering

Warga Di Jaksel Krisis Air Bersih

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 2 September 2023 07:30 WIB
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Kepala Sub Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Elisabeth Tarigan mengajak penggunaan air tanah beralih ke air perpipaan. Se­bab, penggunaan air tanah secara terus menerus akan mengakibat­kan kandungan air dalam tanah berkurang sehingga mengakibat­kan penurunan muka tanah.

Penurunan permukaan tanah, ungkap Elisabeth, tidak hanya di utara Jakarta, tetapi terjadi di Ja­karta Selatan. Meski tidak kasat mata, wilayah Jakarta Selatan telah mengalami penurunan tanah yang cukup signifikan.

Baca juga : AC Milan Menang Laga Perdana, Pulisic Bersinar

“Dulu, gali sumur itu 10 meter saja sudah dapat air, sekarang itu 20 meter lebih baru dapat. Karena itu, penggunaan air tanah harus segera dikurangi,” ujarnya.

Dia menyebut pengurangan penggunaan air tanah tergantung pada komitmen PAM Jaya mem­perluas jaringan air perpipaan. Beriringan dengan itu, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar bisa mencegah penu­runan muka tanah.

Baca juga : Nelayan Ganjar Beri Edukasi Budi Daya Rumput Laut Bagi Warga Di Takalar

Ini goal-nya (capaian) sudah mulai kelihatan. Mulai dari supply-nya, kemudian dari penambahan jaringannya, dan segala upaya lain itu sudah mulai kelihatan. “Kami optimistis, pada 2030 pelayanan jaringan perdesaan di seluruh Jakarta, 100 persen akan terlayani air PAM,” katanya.

Menurut Elisabeth ada tujuh alasan mengapa harus memi­lih air perpipaan. Pertama, lebih terjamin kualitasnya, karena me­menuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) Nomor 492 Tahun 2010. Kedua, air lebih sehat karena dilakukan disinfeksi yaitu proses membasmi kuman dan bakteri.

Baca juga : BNPT Ajak FKAAI Dan Yayasan Permadani Dukung Upaya Deradikalisasi

Ketiga, kuantitas air dapat dipenuhi sesuai kebutuhan pe­langgan, air dipasok dengan teka­nan yang mencukupi. Keempat, kontinuitas air yang disuplai lebih terjamin, tidak tergantung musim. Kelima, harga lebih murah karena bisa tanpa menggunakan pompa listrik. Keenam, menambah nilai properti. Dan ketujuh, membantu mencegah penurunan permukaan tanah di Jakarta.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 2/9/2023 dengan judul Nggak Bisa Akses PAM & Sumur Kering, Warga Di Jaksel Krisis Air Bersih

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense