Sebelumnya
Kepala Sub Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Elisabeth Tarigan mengajak penggunaan air tanah beralih ke air perpipaan. Sebab, penggunaan air tanah secara terus menerus akan mengakibatkan kandungan air dalam tanah berkurang sehingga mengakibatkan penurunan muka tanah.
Penurunan permukaan tanah, ungkap Elisabeth, tidak hanya di utara Jakarta, tetapi terjadi di Jakarta Selatan. Meski tidak kasat mata, wilayah Jakarta Selatan telah mengalami penurunan tanah yang cukup signifikan.
Baca juga : AC Milan Menang Laga Perdana, Pulisic Bersinar
“Dulu, gali sumur itu 10 meter saja sudah dapat air, sekarang itu 20 meter lebih baru dapat. Karena itu, penggunaan air tanah harus segera dikurangi,” ujarnya.
Dia menyebut pengurangan penggunaan air tanah tergantung pada komitmen PAM Jaya memperluas jaringan air perpipaan. Beriringan dengan itu, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar bisa mencegah penurunan muka tanah.
Baca juga : Nelayan Ganjar Beri Edukasi Budi Daya Rumput Laut Bagi Warga Di Takalar
Ini goal-nya (capaian) sudah mulai kelihatan. Mulai dari supply-nya, kemudian dari penambahan jaringannya, dan segala upaya lain itu sudah mulai kelihatan. “Kami optimistis, pada 2030 pelayanan jaringan perdesaan di seluruh Jakarta, 100 persen akan terlayani air PAM,” katanya.
Menurut Elisabeth ada tujuh alasan mengapa harus memilih air perpipaan. Pertama, lebih terjamin kualitasnya, karena memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) Nomor 492 Tahun 2010. Kedua, air lebih sehat karena dilakukan disinfeksi yaitu proses membasmi kuman dan bakteri.
Baca juga : BNPT Ajak FKAAI Dan Yayasan Permadani Dukung Upaya Deradikalisasi
Ketiga, kuantitas air dapat dipenuhi sesuai kebutuhan pelanggan, air dipasok dengan tekanan yang mencukupi. Keempat, kontinuitas air yang disuplai lebih terjamin, tidak tergantung musim. Kelima, harga lebih murah karena bisa tanpa menggunakan pompa listrik. Keenam, menambah nilai properti. Dan ketujuh, membantu mencegah penurunan permukaan tanah di Jakarta.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 2/9/2023 dengan judul Nggak Bisa Akses PAM & Sumur Kering, Warga Di Jaksel Krisis Air Bersih
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.