Sebelumnya
Uji coba penyebaran Wolbachia juga pernah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada 2022 terbukti mampu menekan kasus DBD hingga 77 persen, dan menurunkan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86 persen.
“Jumlah kasus DBD di Kota Yogyakarta pada bulan Januari hingga Mei 2023 dibandingkan 7 tahun sebelumnya (2015 - 2022) di periode yang sama berada di bawah garis minimum,” kata Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani.
Baca juga : Disebar Untuk Tekan Kasus DBD, Nyamuk Wolbachia Bukan Hasil Rekayasa Genetik
Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan penelitian Wolbachia pada 2011 bukan dari rekayasa genetika.
“Bakteri Wolbachia maupun nyamuk sebagai inangnya bukanlah organisme hasil dari modifikasi genetik yang dilakukan di laboratorium. Secara materi genetik baik dari nyamuk maupun bakteri Wolbachia yang digunakan, identik dengan organisme yang ditemukan di alam,” ungkap Peneliti UGM Prof. dr Adi Utarini MSc, MPH, PhD
Baca juga : Atasi DBD, Kemenkes Tebar Nyamuk Wolbachia Di Kupang
Dijelaskan Prof Uut, sapaan akrabnya, Wolbachia secara alami terdapat pada lebih dari 50 persen serangga dan mempunyai sifat sebagai simbion (tidak berdampak negatif) pada inangnya.
“Selain itu, analisis risiko yang telah dilakukan oleh 20 ilmuwan independen di Indonesia menyimpulkan bahwa risiko dampak buruk terhadap manusia atau lingkungan dapat diabaikan” ujarnya.
Baca juga : Jadi Saksi Kasus Korupsi BTS, Menpora Dito Umbar Senyum
Prof Uut menyebut, Wolbachia berperan dalam memblok replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk. Sehingga nyamuk yang mengandung Wolbachia, tidak mampu lagi untuk menularkan virus dengue ketika nyamuk tersebut menghisap darah orang yang terinfeksi virus dengue.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 21/11/2023 dengan judul Jinakkan Kasus DBD, DKI Sebar Nyamuk Wolbachia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.