Sebelumnya
Asep bilang, pihaknya terus memprioritaskan pengelolaan sampah berteknologi tinggi untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berwawasan lingkungan. Hal ini sesuai arahan Penjabat Gubernur Heru untuk membangun pusat pengolahan sampah berteknologi tinggi yang tepat guna dengan biaya efisien.
Menurut dia, teknologi pengolahan sampah melalui RDF ini memiliki keunggulan dibandingkan teknologi-teknologi lainnya. Yakni, biaya investasi dan operasionalnya cukup efisien.
“Fasilitas ini juga memberi peluang bagi Pemprov DKI Jakarta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari penjualan RDF ke off-taker, salah satunya industri semen,” terangnya.
Lebih lanjut, Asep menyebut, RDF ini sudah memiliki off-taker untuk dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif, yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Baca juga : Meriam London Gusur Posisi City
“Seluruh hasil produksi yang mencapai 875 ton per hari akan langsung dikirim ke off-taker, lokasi pabriknya di Citeureup, Kabupaten Bogor,” tutur Asep.
Dengan desain pengolahan 2.500 ton sampah baru tersebut, akan menghasilkan 35-40 persen produk RDF, 1-2 persen material daur ulang berupa logam, dan 15 persen dalam bentuk residu, seperti beling, kerikil, pasir dan keramik. Selebihnya, merupakan air lindi dan kadar air pada sampah yang dapat menguap pada proses pengeringan.
“Karena itu, kami melengkapinya dengan sarana pengelolaan air limbah, pengendali emisi, dan zona penyangga. Pengelolaan sampah didesain dengan bentuk tertutup serta dilengkapi dengan sistem pengendali bau dan debu,” jelas Asep.
Selain itu, pihaknya akan menggunakan truk sampah jenis compactor untuk mengangkat sampah menuju RDF Plant. Sehingga, dapat meminimalisir bau dan ceceran air lindi di sepanjang rute perjalanan.
Baca juga : The Djoker Tumbang
“Nantinya, juga akan ada fasilitas masjid dan sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum atau pengunjung,” pungkasnya.
Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI untuk segera merealisasikan pembangunan RDF Plant. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah menjelaskan, penambahan RDF Plant yang sudah direncanakan harus segera dilakukan.
“Saya ingin pembangunan RDF skala perkotaan yang sudah dianggarkan tahun ini bisa direalisasikan sesuai target,” kata Ida.
Dengan penambahan RDF baru, kata Ida, pengelolaan sampah di Jakarta diharapkan akan lebih maksimal.
Baca juga : Naomi Zaskia, Peluk Politisi Beristri?
Untuk diketahui, saat ini sampah perkotaan masih ditimbun di TPST Bantargebang.
“Kalau sampah ini bisa diselesaikan langsung di Jakarta, tentu akan lebih efektif dan efisien. Mulai dari bisa mengurangi kemacetan hingga meminimalisir biaya yang dikeluarkan,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 14 Mei 2024 dengan judul Proyek Pembangunan Akhirnya Dimulai, Pengolahan Sampah RDF Rorotan Terbesar Di Dunia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.