Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Desakan agar Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono mundur, semakin kencang. Desakan itu muncul pasca Mardiono gagal membawa partai berlambang Kabah itu lolos menembus Parliamentary Threshold pada Pemilu 2024. Meski demikian, sejumlah elite partai meminta kader mengabaikan desakan tersebut.
Juru bicara Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, Imam Priyono, mengimbau pengurus dari pusat hingga daerah tak mendengarkan desakan mundur Mardiono.
"Suara-suara sumbang terhadap kinerja Plt Ketum PPP ini terus digaungkan oknum tak bertanggung jawab," kata Imam dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (12/5/2024).
Dia menegaskan, tuntutan mundur tak berdasar ini justru datang dari elemen yang mengatasnamakan senior PPP maupun organisasi non-struktural. DPP PPP sangat menyayangkan suara sumbang ini.
Baca juga : Pengawasan Terhadap Bus Pariwisata Kudu Diperketat
Sebab, ini kontraproduktif dengan yang sedang diperjuangkan Mardiono agar partai menang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kalau sayang dengan PPP, mari kita bergandeng tangan dan berdoa bersama. Dengan izin Allah, PPP bisa lolos ke parlemen," ajak Imam.
Imam menegaskan, hingga kini struktur PPP solid mendukung kepemimpinan Mardiono. Bahkan tidak sedikit yang mengharapkan Mardiono melanjutkan kepemimpinan di PPP di masa mendatang.
Dia bilang, saat ini seluruh elemen baik kader, relawan, simpatisan dan struktur partai dari level pengurus pusat, wilayah hingga cabang dan ranting, fokus mengawal putusan MK.
Baca juga : Putri Aria Bima Daftar Calon Wakil Wali Kota
"DPP PPP di bawah kepemimpinan Pak Mardiono terus berjuang membawa partai lolos ke Senayan. Ayo fokus dan solid agar PPP bisa lolos ke DPR," pungkasnya.
Diketahui, MK masih maraton menggelar sidang PHPU, termasuk berkaitan dengan perolehan suara PPP di Pileg 2024. MK akan menyampaikan putusan pada Juni 2024.
Sebelumnya, salah satu elemen yang mendesak Mardiono mundur, yakni Front Pemuda Persatuan Pembangunan (F-PPP). Front ini meminta DPP segera menggelar Muktamar Luar Biasa. Mereka menilai, Mardiono gagal mengantarkan partai mencapai ambang batas 4 persen di Pemilu 2024.
Ketua Umum F-PPP Alki Sanagri menuturkan, capaian PPP di Pemilu 2024 menjadi sejarah terburuk dan memalukan partai Islam tertua ini.
Baca juga : Senayan Yakin Anggotanya Kredibel Dan Berintegritas
Semestinya, saat ini DPP PPP fokus pada soliditas internal menuju Pilkada serentak. Bukan disibukkan dengan PHPU di MK. Karena itu, untuk mencegah semakin meluasnya kegaduhan yang terjadi di DPP PPP, Muktamar Luar Biasa menjadi solusi.
"Sejarah terburuk bagi PPP ini di bawah kepemimpinan H. Muhamad Mardiono selaku Plt Ketum. Apapun amar putusan MK, tidak ada satupun alasan Mardiono mempertahankan jabatannya," ujarnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 13 Mei 2024 dengan judul Mardiono Didesak Mundur, PPP Fokus Berjuang Tembus Ke Senayan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya