BREAKING NEWS
 

Sudirman Said: Sejarah Batavia Bisa Jadi Rujukan Bangun Jakarta

Reporter : OSPI DARMA
Editor : FAQIH MUBAROK
Minggu, 30 Juni 2024 15:31 WIB
Wisata Sejarah Kobam Ke-29 dengan tema VOC, Apakah Jatuh Karena Korupsi? di Kawasan Kota Tua Jakarta, Sabtu (29/6/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang, Jakarta dapat menjadi rujukan dalam pembangunan. Salah satunya perencanaan kota atau city planning.

Hal itu disampaikan Sudirman Said usai mengikuti Wisata Sejarah Kobam Ke-29 dengan tema VOC, Apakah Jatuh Karena Korupsi? di Kawasan Kota Tua Jakarta, Sabtu (29/6/2024).

Wisata sejarah Jakarta yang dipandu oleh sejarawan JJ Rizal ini dimulai dimulai dari titik Gudang Timur dan berakhir di Museum Fatahillah. Sudirman Said bersama rombongan lainnya berjalan kaki sekitar 1,5 km sambil mendengarkan penjelasan dari JJ Rizal.

Sudirman menyebutkan, kegiatan ini memberikan banyak pelajaran tentang Jakarta mulai dari sejarahnya, kondisi saat ini, dan akan seperti apa ke depan.

Baca juga : Buat Aturan Uang Kuliah Bisa Naik 2 Tahun Sekali

"Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan seperti ini, apalagi dipandu oleh sosok yang sejarawan seperti JJ Rizal yang merupakan storyteller yang baik. Tentang Kota Tua bisa belajar Jakarta sekarang dan kedepan dimulai dari sejarah kotanya. Dari city planning Batavia didirikan bisa mendapatkan pelajaran, yang baik bisa diambil sebagai contoh atau ‘contekan’ atau contoh tentu saja dengan konteks Jakarta kini," tutur Sudirman.

Menurutnya, gedung-gedung tua bersejarah ini juga perlu dirawat dan didayagunakan sehingga dapat memberikan manfaat, sebagai pembelajaran sejarah sekaligus penggerak roda perekonomian Jakarta.

"Kita bisa kelola sejarah kota dengan manajemen modern. Jadi, Kota Tua hidup dengan disiapkan ekosistemnya, ada kafe, resto, merchandise yang bisa dikelola. Ini satu bentuk pengembangan industri kreatif berbasis sejarah," jelasnya.

Adsense

Tema wisata sejarah Jakarta kali ini adalah 'VOC, Apakah Jatuh Karena Korupsi?' Sudirman menilai bahwa banyak lembaga yang mengalami penurunan reputasi dan tidak bisa eksis karena adanya praktik korupsi.

Baca juga : Disdukcapil Dan Kejati DKI Kompak Tingkatkan Layanan Kependudukan Di Jakarta

"Di sepanjang mengikuti perjalanan wisata sejarah Jakarta ini, saya juga mendapatkan pelajaran soal keadilan. Sebuah lembaga atau institusi akan tegak karena keadilan yang dibangun baik untuk masyarakat maupun bagi semua yang berada di dalamnya," katanya.

Berjalan kaki sekitar 1,5 km untuk mengikuti wisata sejarah Kota Tua, Sudirman membayangkan betapa jayanya VOC saat itu. Bahkan, valuasi sahamnya jika dikonversikan ke nilai saat ini masih menempati posisi tertinggi. VOC mendapatkan dukungan dari Pemerintah Hindia Belanda sehingga menjadi perusahaan besar.

Akan tetapi, VOC bangkrut dan jauh salah satunya disebabkan maraknya korupsi dari internal perusahaan dan tidak mampunya perusahaan tersebut bersaing dalam perdagangan terutama dengan Inggris.

"Inilah pentingnya pembelajaran tentang daya saing dan compliance. Apalagi sejarah pasti akan berulang, sehingga kita perlu memahami sejarah," imbuhnya.

Baca juga : Kejuaraan Asia, Amin Berharap Sambo Harumkan Nama Jakarta Di Macao

Dia menambahkan, sejarah masa lalu Jakarta memiliki relevansi dengan dinamika saat ini yang tidak lagi menjadi ibu kota, tetapi sebagai daerah khusus yang akan didorong untuk menjadi pusat ekonomi menuju kota global.

"Mengikuti wisata sejarah pagi ini ada pelajaran penting, yaitu tentang daya saing dan tata kelola yang baik. Intinya hari ini kita belajar menjawab tantangan bagaimana Jakarta dapat menjadi hub dan pusat bisnis dunia. Bagaimana kita mengelola sumber daya alam kita yang luar biasa besarnya," ujarnya.

"Jakarta akan jadi kiblat pengelolaan bisnis di Indonesia. Jakarta menjadi hub dan pusat bisnis internasional yang seharusnya menjadikan Indonesia maju dan rakyatnya makmur karena tata kelola yang baik dalam bernegara dan perekonomian nasional," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense