Sebelumnya
Anggota Komisi B ini mengimbau Pemprov untuk menyiapkan beberapa langkah dan solusi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk mencari nafkah.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini berharap, Pemprov menyiapkan layanan, sarana dan prasarana yang baik agar masyarakat merasa nyaman dan aman saat menggunakan transportasi umum.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi B lainnya, Muhammad Taufik Zoelkifli. Taufik menyebut, pembatasan kendaraan pribadi bisa menjadi satu upaya mengurangi polusi udara di Jakarta.
Baca juga : Lantik 3 Wamen Baru, Jokowi Tambah Kekuatan di Akhir Masa Jabatan
“Secara umum aturan yang akan dibuat itu harus diarahkan mendorong masyarakat supaya menggunakan transportasi publik dan meninggalkan kendaraan pribadi,” ucap Taufik.
Dengan adanya aturan yang bisa mendorong penggunaan transportasi publik, maka diharapkan lambat laun akan terbentuk karakteristik atau kebiasaan baru.
“Kemacetan di jalanan Jakarta dapat dikurangi dan polusi udara bisa ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis, Gibran Uji Coba di Solo
Dia meminta Pemprov DKI mematangkan kajian terkait rencana pembatasan kendaraan. Hal tersebut, mengingat masih banyak kelompok masyarakat menengah ke bawah yang menggunakan kendaraan tua untuk mencari nafkah.
“Contohnya, para pedagang sayur, transportasi online dan pengantar paket alias kurir. Saya berharap, mereka tidak terdampak oleh kebijakan ini,” kata Taufik.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 20 Juli 2024 dengan judul Aturan Pembatasan Usia Kendaraan Mulai Digodok, Nasib Tukang Sayur Dan Taksi Online Gimana Nih?
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.