Sebelumnya
“Saat ini (anggaran) sudah terbatas dan kita hanya punya dana untuk 1.700. Kalau mau seperti itu perlu rapat besar lagi untuk menganggarkannya,” kata Budi.
Menurut dia, tahun ini pihaknya akan mengangkat sebanyak 1.700 dari 4.127 guru honorer menjadi KKI.
Budi juga mengingatkan, pihaknya bakal menertibkan kepala sekolah yang tetap merekrut guru honorer. Pasalnya, alasan kepala sekolah merekrut guru honorer lantaran kebutuhan pendidikan.
Baca juga : Tim Ayam Jantan Patok The Yanks
“Kepala sekolah sebagai pengguna dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan diperbolehkan. Asalkan tidak boleh lebih dari 50 persen penggunaannya untuk tenaga honorer,” ungkapnya.
Namun, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidik (NUPTK) guru honorer yang direkrut kepala sekolah tersebut tidak keluar.
“Ini yang kami lakukan penataan, verifikasi, identifikasi, kami redistribusi mereka ke sekolah yang membutuhkan,” jelasnya.
Baca juga : Ratu Tanah Liat Incar Emas
Kepala Sekolah SMA Negeri 112 Jakarta Mutia mengatakan, pihaknya perlu mengangkat guru tenaga honorer sebagai upaya untuk menjamin kebutuhan tenaga pendidik. Sebab, banyak guru yang pensiun di sekolahnya, sehingga anak didik tidak mendapatkan pengajar yang memenuhi kriteria.
“Kami mengangkat guru honorer awalnya karena kebutuhan,” kata Mutia.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 26 Juli 2024 dengan judul Perbaiki Kualitas Pendidikan Di Jakarta, APBD Cukup Untuk Bayar Upah 4.127 Guru Honorer
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.