RM.id Rakyat Merdeka - Pada September 2024, Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta bekerja sama dengan Perum Damri telah memulangkan 1.113 orang telantar ke kampung halamannya masing-masing. Mereka mayoritas korban kejahatan.
Kepala Dinsos DKI Jakarta, Premi Lasari mengungkapkan, daerah tujuan ribuan orang telantar tersebut, yakni Lampung, Tasikmalaya, Cilacap, Semarang dan Surabaya.
Premi merinci, pemulangan orang telantar pada Januari sebanyak 88 orang, Februari 128 orang, Maret 127 orang, April 111 orang, Mei 138 orang, Juni 107 orang, Juli 149 orang, Agustus 137 orang dan September 128 orang.
“Proses identifikasi dan verifikasi (pengecekan dan perekaman sidik jari), pendataan dan dokumentasi orang telantar dilakukan terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke daerah asal,” kata Premi, Rabu (2/10/2024).
Baca juga : Lolos Ke Semifinal Tenis China Open 2024, Gauff Ditantang Badosa
Setelah itu dilakukan asesmen yang melibatkan Pekerja Sosial, Penyuluh Sosial dan Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S).
“Kemudian kami membuat Surat Pengantar ke Dinsos Pemerintah Daerah tujuan dan tiket kendaraan. Setelah itu, kami mengantarkan mereka ke pool bus sesuai tujuan pemulangan dan jadwal keberangkatan” ujarnya.
Untuk diketahui, kriteria orang telantar yang dapat diberikan layanan pemulangan, yakni telantar karena korban penipuan, korban tindak kriminal (seperti hipnotis, kecopetan dan lain-lain), korban yang dijanjikan pekerjaan tapi tidak dibayar dan sejenisnya.
Premi berharap, adanya pemulangan orang telantar ini, bukan hanya sekadar langkah administratif, tetapi bentuk nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan kota yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Baca juga : Prabowo-Gibran Dilantik di Senayan
“Sehingga dapat mewujudkan ketertiban bagi lingkungan Jakarta,” ucapnya.
Demi menjaga kenyamanan warga Jakarta, Dinsos DKI Jakarta gencar menjangkau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Melalui Satgas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dan Suku Dinsos di lima wilayah, secara rutin melakukan monitoring wilayah.
Seperti pada Minggu (22/9/2024) pukul 21.00 WIB di Jalan Hj Naman, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) Satgas P3S mengamankan PPKS yang menjadi pengemis cacat. Awalnya, pengemis tersebut mengaku kakinya buntung. Namun setelah dilakukan asesmen oleh petugas, pengemis tersebut mengaku bahwa hal itu hanya modus. Kaki pengemis tersebut tidak buntung, melainkan dilipat di dalam celana yang digunakan berlapis.
“Dia mengaku melakukan aksinya dengan mencontoh pengemis serupa dari sebuah channel di YouTube,” ungkap Premi.
Baca juga : Anggota DPR Terkaya & Termiskin: Rusdi Kirana 2,6 Triliun, Trinovi Khairani 358 Juta
Selanjutnya, pengemis tersebut dibawa untuk didata dan diberikan pembinaan dasar di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 2 Cipayung, Jaktim untuk diberikan layanan dan bimbingan sosial lebih lanjut. Langkah ini berdasarkan Pergub nomor 169 Tahun 2014 tentang Pola Penanganan PMKS.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.