BREAKING NEWS
 

Sepanjang 2024, Jakarta Digoyang Banyak Bencana

Ratusan Wilayah Alami Banjir Dan Pohon Tumbang

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 19 Desember 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi. (Foto: Instagram/teguhsetyabudi.official)

 Sebelumnya 
Turun 5-10 Centimeter

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, penu­runan muka air tanah di Jakarta cukup stabil dengan rata-rata penurunan mencapai 5 hingga 10 centimeter (cm) per tahun.

Ini menunjukkan bahwa penggunaan air tanah mulai berkurang berkat program zo­nasi bebas air tanah,” ujar Ika saat ditemui di Balai Kota Ja­karta Pusat, Selasa (17/12/2024).

Baca juga : Tottenham Hotspur Vs Man. United, Aroma Balas Dendam

Namun, ia menegaskan penu­runan tersebut bervariasi di setiap wilayah, tergantung pada topografi dan kondisi daerah tersebut.

“Di sekitar Pluit, Ancol, Tan­jung Priok dan Cilincing, Jakarta Utara, penurunan bisa mencapai 10 cm, meskipun ada juga wilayah yang lebih rendah,” tambahnya.

Terkait laporan ada dua pom­pa yang tidak berfungsi, Ika menjelaskan, masalah tersebut bukan disebabkan oleh keru­sakan pompa, melainkan karena prosedur operasional yang mengatur penggunaan pompa se­cara bergantian.

Baca juga : Juara NBA Cup 2024, Bucks Taklukkan Thunder

“Pompa di Muara Angke me­miliki empat pompa stasioner dan tiga pompa mobile. Motor pompa membutuhkan waktu istirahat setelah beroperasi lebih dari 6 jam,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pe­ngoperasian pompa dilakukan berdasarkan level air. Pompa dioperasikan saat air berada di level rendah.

Selain itu, penurunan permu­kaan air laut juga memengaruhi kinerja pompa. Jika rob berlang­sung lebih dari tiga jam, maka pompa membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pemompaan.

Baca juga : Geledah Disbud Jakarta, Kejati Temukan Ratusan Stempel Palsu

Dalam upaya mengurangi penu­runan muka air tanah, Pemprov berkolaborasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memperluas jaringan per­pipaan, guna menyediakan paso­kan air bersih bagi masyarakat.

Ika menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah dan masyarakat dalam pem­bangunan infrastruktur miti­gasi, termasuk tanggul untuk mengatasi banjir. Tanggul miti­gasi diperlukan untuk mencegah limpasan air laut yang bisa me­nyebabkan genangan.

Melalui langkah-langkah ini, Pemprov DKI berupaya untuk mengatasi tantangan terkait penu­runan muka air tanah dan me­ningkatkan infrastruktur pengendalian banjir di ibu kota. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense