RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta seluruh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) fokus pada pencegahan dan penanganan gizi buruk (stunting).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menilai, selama ini kegiatan (event) stunting hanya sekali dalam setahun atau tidak berkelanjutan. Sehingga menjadi kurang optimal mencegah serta menangani kasus stunting balita (bayi lima tahun).
“Karenanya, jangan ada lagi penanganan stunting lewat event,” saran Ima di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Menurutnya, pencegahan atau menekan kasus stunting harus dilakukan sejak anak masih dalam kandungan atau belum lahir. Di antaranya dengan memperhatikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
Baca juga : Pujian Bos Mercedes, Hamilton Diwarisi Keajaiban
Lalu, melakukan pemeriksaan rutin, konsumsi vitamin prenatal, olahraga, penerapan hidup sehat dan menghindari paparan asap rokok. Hal itu bisa dilakukan ibu hamil untuk mencegah stunting pada anak ketika lahir.
Setelah kelahiran anak, harus memperhatikan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) sebagai asupan gizi anak.
Karena itu, harap Ima, perlu optimalisasi pemenuhan asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sejak anak di dalam kandungan hingga usia dua tahun.
“Tapi, setelah anak lahir kita harus perhatikan gizinya juga,” imbuhnya.
Baca juga : Aurelie Moeremans, Dinikahi Dokter Kretek
Ima berharap, program pencegahan dan penanganan stunting yang menjadi prioritas dapat diterapkan optimal dan tepat sasaran. Seperti program Pemberian Makan Tambahan (PMT), pemeriksaan rutin oleh kader Posyandu, pemberian suplemen dan Dapur Sehat atasi Stunting (Dashat).
“Seluruh program itu harus sampai ke orangnya (tepat sasaran),” tukas Ima.
Ima juga mengatakan, pentingnya pemutus mata rantai stunting di Jakarta. Salah satunya dengan memperbaiki sanitasi. Pasalnya, sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit pada balita seperti diare dan cacingan yang menyebabkan gangguan proses pencernaan serta penyerapan gizi.
“Sekarang banyak orang tua yang tidak paham, ketika hamil tidak memperhatikan sanitasi. Sanitasi rumahnya buruk,” ungkapnya.
Baca juga : Prabowo Pastikan PPN 12 Persen Hanya Untuk Barang Mewah
Karena itu, dia meminta Pemprov mendata warga yang belum memiliki sanitasi ataupun tanki septik (septic tank). Diharapkan, tak ada lagi warga yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) untuk ikut menekan angka stunting.
“Wali kota harus kejar target, setidaknya setiap rumah punya sanitasi yang baik,” imbau Ima.
Selain sanitasi, ibu hamil juga harus menerapkan pola hidup sehat. Dengan demikian, risiko anak terlahir stunting dapat ditekan. Di antaranya dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin saat hamil. Rutin berolahraga, kelola berat badan agar tetap ideal, banyak minum air putih dan istirahat yang cukup.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.