Sebelumnya
Tak hanya itu, lanjutnya, kemacetan ini juga karena banyak yang mengejar momen sebelum libur bersama pada Jumat hingga Minggu (18, 19, 20 April 2025). “Tidak ada sistem yang eror,” tandasnya.
Dia menambahkan, salah satu titik kemacetan, yaitu di Terminal NPCT 1. Data Pelindo menunjukkan, ada peningkatan hampir 100 persen jumlah truk yang masuk ke terminal. Biasanya jumlah truk yang masuk tak sampai 2.500 unit, namun saat itu lebih dari 4 ribu unit.
Bahkan, menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, saat 3 x 24 jam kemacetan itu, ada sekitar 7 ribu truk yang menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok setiap hari. Angka ini, didapat Pramono dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syafrin Liputo.
Baca juga : Bangga Perankan Kartini
Menurut Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, bersama otoritas terkait di lingkungan pelabuhan, Pelindo telah melakukan penanganan untuk mengurai kemacetan saat itu. Misalnya, memaksimalkan area-area penyangga dan lapangan yang bisa dijadikan kantong parkir, serta melakukan pengalihan lalu lintas truk ke dalam gerbang pos 9.
“Kami meminta maaf kepada masyarakat, mitra dan pemangku kepentingan yang terimbas kemacetan ini,” kata Adi.
Anggota DPRD Jakarta Bun Joi Phiau meminta agar PT Pelindo mengevaluasi total kegiatan bongkar muat setelah peristiwa itu. Karena, kemacetan parah ini sangat merugikan banyak orang.
Baca juga : Zulhas Beri Sinyal Dukung Prabowo Capres 2029
“Bahkan, ada ibu-ibu hamil yang terjebak macet itu, sehingga membahayakan diri serta janinnya,” katanya, Sabtu (19/4/2025).
Bagaimanapun kondisinya, Bun bilang, Pelindo harus dapat mengatur dan mengantisipasinya. Termasuk, jadwal bersandarnya kapal-kapal kontainer di Tanjung Priok. “Seharusnya Pelindo juga menyiapkan rencana apabila aktivitas di pelabuhan melonjak drastis,” ujar Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Bun mengingatkan, kapasitas jalanan di sekitar pelabuhan terbatas. Karena itu, truk-truk yang keluar-masuk pelabuhan harus diatur, karena mesti berbagi jalan dengan kendaraan lain. “Di beberapa titik, seperti dekat gerbang tol juga keadaannya menyempit,” paparnya.
Baca juga : Tak Impor Sampai Tahun Depan, Swasembada Beras Sudah Tercapai
Anggota Komisi D ini juga minta Pelindo berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ketika menghadapi permasalahan serupa. “Hal ini penting agar pihak Pemprov dapat bersiap-siap mengatur lalu lintas, sehingga bisa mengurai kemacetan,” imbuhnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.