Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aktivitas Bongkar Muat Disesuaikan
Lalu Lintas Di Priok Sudah Normal Lagi
Senin, 21 April 2025 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sudah normal kembali. Ruas jalan dari dan menuju pelabuhan, juga sudah lancar. Pihak pengelola pelabuhan telah menyesuaikan aktivitas bongkar muat, agar macet horor yang terjadi pada Kamis (17/4/2025) tidak terulang lagi.
Sejak Jumat (18/4/2025) pagi, jalan di kawasan Tanjung Priok, mulai terurai. Truk-truk kontainer yang sebelumnya tidak bergerak, mulai bisa masuk ke dalam pelabuhan. Namun, masih ada ketersendatan di pintu masuk pelabuhan.
Hingga Sabtu (19/4/2025) sore, aktivitas bongkar muat sudah normal seperti biasa. Normalnya proses bongkar muat, membuat arus di sekitaran Tanjung Priok, juga lancar. Jalan Tol JORR, Jalan Yos Sudarso, Jalan Cakung-Cilincing dan sekitarnya, sudah tidak terlihat lagi kemacetan panjang seperti yang terjadi pada Kamis (17/4/2025) malam.
Baca juga : Zulhas Minta Kadernya Perkuat Jaringan Politik
“Alhamdulillah kemarin hari Sabtu itu sudah normal, karena sudah dilakukan penyesuaian terkait dengan arus bongkar muat barang,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syafrin Liputo di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/4/2025).
Syafrin meminta kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) selaku pengelola, agar mempertahankan kondisi ini. Sebab, jika terjadi kepadatan di dalam Pelabuhan Tanjung Priok, maka akan berdampak pada kondisi arus lalu lintas di sekitarnya. Ia lantas mencontohkan kemacetan di Jalan Tol JORR hingga Tol Layang MBZ apabila arus lalu lintas di Pelabuhan Tanjung Priok tersendat.
Menurutnya, perlu ada pengaturan waktu saat bongkar muat peti kemas. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan truk kontainer dalam waktu yang bersamaan.
Baca juga : Istri Mendes Menang Lagi Di PSU Kabupaten Serang
“Karena begitu Jalan Raya Cilincing, juga Yos Sudarso dan juga Jalan RE Martadinata, maka otomatis itu bisa kemana-mana, karena akses tol otomatis akan terkunci,” ucapnya.
Syafrin menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok agar kejadian macet horor tidak terulang. “Kami dengan KSOP berkoordinasi secara baik, tentu ini juga akan diterapkan ke depannya,” ujarnya.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa macet horor yang terjadi sebelumnya. Sebab, penumpukan kendaraan di pelabuhan membuat arus lintas di sekitar Tanjung Priok lumpuh total.
Baca juga : Usut Semua Yang Terlibat!
“Permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, mitra dan stakeholder yang terimbas akibat kemacetan yang terjadi,” sebut Adi, dalam keterangannya.
Adi bilang, pihaknya telah memberikan sejumlah kompensasi kepada pemilik truk kontainer dan kargo yang terjebak macet. Di antaranya menambah waktu pembatasan Surat Penyerahan Peti Kemas (SP2) atau yang bisa disebut Tila (Tanda ikatan legalitas). “Sehingga, ini akan sangat membantu teman-teman pengendara truk atau pemilik kargo,” urai Adi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya