Dark/Light Mode

Pengembangan Pelabuhan Tak Sebanding Tempat Parkir Truk

Macet Horor Di Priok Rawan Terulang Lagi

Selasa, 22 April 2025 06:50 WIB
Macet horor di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (17/3/2025). (Foto: Antara Foto/Fathul Habib Sholeh/RWA)
Macet horor di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (17/3/2025). (Foto: Antara Foto/Fathul Habib Sholeh/RWA)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, lanjutnya, kemacetan ini juga karena banyak yang mengejar momen sebelum libur bersama pada Jumat hingga Minggu (18, 19, 20 April 2025). “Tidak ada sistem yang eror,” tandasnya.

Dia menambahkan, salah satu titik kemacetan, yaitu di Terminal NPCT 1. Data Pelindo menunjukkan, ada peningkatan hampir 100 persen jumlah truk yang masuk ke terminal. Bi­asanya jumlah truk yang masuk tak sampai 2.500 unit, namun saat itu lebih dari 4 ribu unit.

Bahkan, menurut Gubernur Jakarta Pramono Anung, saat 3 x 24 jam kemacetan itu, ada seki­tar 7 ribu truk yang menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok setiap hari. Angka ini, didapat Pramono dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syafrin Liputo.

Baca juga : Bangga Perankan Kartini

Menurut Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, bersa­ma otoritas terkait di lingkungan pelabuhan, Pelindo telah melaku­kan penanganan untuk mengurai kemacetan saat itu. Misalnya, memaksimalkan area-area pe­nyangga dan lapangan yang bisa dijadikan kantong parkir, serta melakukan pengalihan lalu lintas truk ke dalam gerbang pos 9.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat, mitra dan pemang­ku kepentingan yang terimbas kemacetan ini,” kata Adi.

Anggota DPRD Jakarta Bun Joi Phiau meminta agar PT Pe­lindo mengevaluasi total kegiatan bongkar muat setelah peristiwa itu. Karena, kemacetan parah ini sangat merugikan banyak orang.

Baca juga : Zulhas Beri Sinyal Dukung Prabowo Capres 2029

“Bahkan, ada ibu-ibu hamil yang terjebak macet itu, sehingga membahayakan diri serta janin­nya,” katanya, Sabtu (19/4/2025).

Bagaimanapun kondisinya, Bun bilang, Pelindo harus dapat mengatur dan mengantisipasinya. Termasuk, jadwal bersandarnya kapal-kapal kontainer di Tanjung Priok. “Seharusnya Pelindo juga menyiapkan rencana apabila aktivitas di pelabuhan melonjak drastis,” ujar Anggota Fraksi Par­tai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Bun mengingatkan, kapasitas jalanan di sekitar pelabuhan terbatas. Karena itu, truk-truk yang keluar-masuk pelabuhan harus diatur, karena mesti ber­bagi jalan dengan kendaraan lain. “Di beberapa titik, seperti dekat gerbang tol juga keadaan­nya menyempit,” paparnya.

Baca juga : Tak Impor Sampai Tahun Depan, Swasembada Beras Sudah Tercapai

Anggota Komisi D ini juga minta Pelindo berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ketika menghadapi permasalahan se­rupa. “Hal ini penting agar pihak Pemprov dapat bersiap-siap mengatur lalu lintas, sehingga bisa mengurai kemacetan,” im­buhnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.