BREAKING NEWS
 

Tertahan Hingga 5 Tahun, 371 Alumni Terima Ijazah di Hardiknas 2025

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Jumat, 2 Mei 2025 12:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerahkan secara simbolis ijazah yang tertunda berupa pemutihan ijazah kepada 371 siswa alumni saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (2/5/2025).

Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja Gubernur Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Program ini bertujuan untuk membantu siswa-siswa yang ijazahnya tertahan di sekolah akibat keterbatasan biaya pelunasan administrasi.

“Pada hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional dan tadi saya sebagai Inspektur Upacara telah membacakan pidato sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan sekaligus dalam kesempatan ini tadi kami juga menyerahkan pemutihan tahap kedua, tahap pertama berjumlah 117 siswa,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Baca juga : Petugas Haji Siap Terima Jemaah Kloter Pertama di Bandara Madinah, Besok

Pada tahap pertama, sebanyak 117 siswa telah menerima bantuan serupa. Dengan penyerahan tahap kedua ini, total sudah 488 siswa yang mendapatkan manfaat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan untuk menuntaskan pemutihan ijazah bagi 6.652 siswa lainnya yang masih tertahan.

Adsense

“Tadi tahap kedua telah disampaikan 371 siswa dan sekarang ini sudah terdaftar yang akan dibuktikan di tahun ini pembiayaannya juga sudah disiapkan sejumlah 6.652 siswa. Mudah-mudahan ini akan bisa bermanfaat bagi para siswa yang selama ini ijazahnya tertahan,” jelas Pramono.

Ia menyebutkan bahwa sebagian siswa yang menerima bantuan tersebut telah menunggu hingga 3 hingga 5 tahun lamanya untuk mendapatkan ijazah mereka. Beberapa bahkan memiliki tunggakan administratif hingga belasan juta rupiah.

Baca juga : Felicia Putri, Alumni President University Diterima Kuliah S2 di Harvard University

“Tadi saya secara langsung menanyakan kepada mereka ada yang 3 tahun, ada yang 5 tahun, jumlahnya ada yang 15, ada yang 17 juta,” katanya.

Menurut Pramono, negara harus hadir untuk membantu warganya, terutama dalam hal akses pendidikan yang layak. Ia pun mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas Basis), Dinas Pendidikan DKI Jakarta, serta elemen pemerintahan lainnya.

"Jadi intinya ijazah ini tidak diambil karena mereka tidak mampu. Sehingga dengan demikian pemerintah dalam hal ini harus hadir dan kami bersyukur Basnas Basis membantu ini bersama dengan Dinas Pendidikan dan juga pemerintah DKI Jakarta. Ini merupakan program quick win saya dan Bang Dul 100 hari,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense