BREAKING NEWS
 

Program JakCare Harus Beri Hasil Nyata

Tiga Dari 10 Pelajar Di Jakarta Depresi

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 7 Juni 2025 06:50 WIB
Ketua Komisi E DPRD DKI Muhammad Thamrin. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Pemprov DKI Jakarta me­luncurkan layanan konseling kesehatan mental bernama Jak­Care pada pertengahan Mei 2025. Layanan ini beroperasi 24 jam, dan bisa diakses seluruh masyarakat. Layanan ini diran­cang untuk membantu warga yang mengalami tekanan hidup, stres, atau gangguan kesehatan mental lainnya.

JakCare merupakan program layanan kesehatan mental beru­pa konsultasi dengan psiko­log klinis yang dapat diakses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) maupun layanan telepon.

Inisiatif ini menjadi langkah nyata Pemprov Jakarta dalam merespons meningkatnya kebu­tuhan layanan kesehatan jiwa di tengah masyarakat urban.

Baca juga : Raline Shah, Santai, Dinyinyirin Masih Menjomblo

“Karena sekarang ini banyak sekali akibat beban hidup, tekan­an hidup dan sebagainya, masyarakat mengalami gangguan kesehatan jiwa,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rusunawa Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).

Menurut Pram, seluruh biaya layanan ditanggung Pemprov DKI. Untuk menggunakan layanan JakCare, warga hanya perlu memiliki aplikasi JAKI, atau cukup menghubungi nomor layanan yang disediakan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ani Ruspitawati menjelaskan, call center JakCare ditangani tenaga profesional yang bekerja secara bergantian dalam tiga shift setiap harinya. “Jadi, selalu ada tenaga psikolog klinis yang akan menerima konsultasi warga,” ujar Ani.

Baca juga : Ayo Garuda, Kalahkan China!

Ani juga menyampaikan, layanan JakCare dikelola secara kolaboratif oleh berbagai instansi di Jakarta. Layanan ini juga didukung dan berkoordinasi dengan pihak lainnya, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penang­gulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Kemen­terian Komunikasi dan Digital untuk sistem teknologi, dan dinas-dinas seperti Dinas Pem­berdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) hingga Dinas Sosial.

Ani menyebut, layanan ini dirancang untuk menangani kasus-kasus darurat, termasuk indikasi bunuh diri. “Apabila ada keluhan, ada indikasi bunuh diri, psikolog akan mengalihkan dan mengontak bantuan-bantuan yang diperlukan,” jelasnya.

Ani menambahkan, komit­men Dinkes dalam layanan kesehatan jiwa sudah sangat besar, dengan adanya layanan konsultasi psikolog yang telah disediakan di 22 Puskesmas, dari 44 Puskesmas di wilayah Jakarta. “Semoga tahun ini selu­ruh Puskesmas di Jakarta, sudah menyiapkan layanan konsultasi psikolog,” ucapnya.

Baca juga : Jemaah Wukuf di Atas Suhu 45 Derajat Celcius

Sebagai kota metropolitan dengan segala problematikanya, layanan konsultasi kejiwaan daring seperti telekonsultasi, tidak hanya memberi kenyamanan, tapi juga membantu mengurangi stigma terhadap kesehatan men­tal. “Layanan ini, menjadikan semakin banyak warga Jakarta sadar pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujarnya.

Ani juga berharap, layanan ini menjadi ruang kolaboratif an­tara pemerintah, tenaga kesehatan jiwa, pihak swasta dan masyarakat untuk membangun sistem layanan kesehatan jiwa yang holistik dan berkelanjutan. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense