Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program JakCare Harus Beri Hasil Nyata
Tiga Dari 10 Pelajar Di Jakarta Depresi
Sabtu, 7 Juni 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Pemprov DKI Jakarta meluncurkan layanan konseling kesehatan mental bernama JakCare pada pertengahan Mei 2025. Layanan ini beroperasi 24 jam, dan bisa diakses seluruh masyarakat. Layanan ini dirancang untuk membantu warga yang mengalami tekanan hidup, stres, atau gangguan kesehatan mental lainnya.
JakCare merupakan program layanan kesehatan mental berupa konsultasi dengan psikolog klinis yang dapat diakses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI) maupun layanan telepon.
Inisiatif ini menjadi langkah nyata Pemprov Jakarta dalam merespons meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan jiwa di tengah masyarakat urban.
Baca juga : Raline Shah, Santai, Dinyinyirin Masih Menjomblo
“Karena sekarang ini banyak sekali akibat beban hidup, tekanan hidup dan sebagainya, masyarakat mengalami gangguan kesehatan jiwa,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rusunawa Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).
Menurut Pram, seluruh biaya layanan ditanggung Pemprov DKI. Untuk menggunakan layanan JakCare, warga hanya perlu memiliki aplikasi JAKI, atau cukup menghubungi nomor layanan yang disediakan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Ani Ruspitawati menjelaskan, call center JakCare ditangani tenaga profesional yang bekerja secara bergantian dalam tiga shift setiap harinya. “Jadi, selalu ada tenaga psikolog klinis yang akan menerima konsultasi warga,” ujar Ani.
Baca juga : Ayo Garuda, Kalahkan China!
Ani juga menyampaikan, layanan JakCare dikelola secara kolaboratif oleh berbagai instansi di Jakarta. Layanan ini juga didukung dan berkoordinasi dengan pihak lainnya, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Kementerian Komunikasi dan Digital untuk sistem teknologi, dan dinas-dinas seperti Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) hingga Dinas Sosial.
Ani menyebut, layanan ini dirancang untuk menangani kasus-kasus darurat, termasuk indikasi bunuh diri. “Apabila ada keluhan, ada indikasi bunuh diri, psikolog akan mengalihkan dan mengontak bantuan-bantuan yang diperlukan,” jelasnya.
Ani menambahkan, komitmen Dinkes dalam layanan kesehatan jiwa sudah sangat besar, dengan adanya layanan konsultasi psikolog yang telah disediakan di 22 Puskesmas, dari 44 Puskesmas di wilayah Jakarta. “Semoga tahun ini seluruh Puskesmas di Jakarta, sudah menyiapkan layanan konsultasi psikolog,” ucapnya.
Baca juga : Jemaah Wukuf di Atas Suhu 45 Derajat Celcius
Sebagai kota metropolitan dengan segala problematikanya, layanan konsultasi kejiwaan daring seperti telekonsultasi, tidak hanya memberi kenyamanan, tapi juga membantu mengurangi stigma terhadap kesehatan mental. “Layanan ini, menjadikan semakin banyak warga Jakarta sadar pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujarnya.
Ani juga berharap, layanan ini menjadi ruang kolaboratif antara pemerintah, tenaga kesehatan jiwa, pihak swasta dan masyarakat untuk membangun sistem layanan kesehatan jiwa yang holistik dan berkelanjutan. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya