Dark/Light Mode

Antisipasi Puncak Kemarau

Mendagri Minta Pemda Jaga Produksi Beras

Kamis, 5 Juni 2025 07:25 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: Instaram/kemendagri)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: Instaram/kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) menjaga produksi beras, jelang musim kemarau. Pasalnya, ketersediaan pasokan bahan pangan di musim kemarau, berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat dan inflasi daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau panjang mulai Juli 2025. Namun, kemarau yang akan datang termasuk kategori basah.

“Artinya, masih ada hujan, tapi intensitasnya berkurang di beberapa daerah. Kemarau basah berbeda dengan kemarau kering, yang biasanya menyebabkan kekeringan parah,” ujar Tito dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/6/2025).

Baca juga : Banteng Surabaya Lagi Sikut-sikutan

Sebab itu, Tito berharap, produksi pangan di seluruh daerah bisa tetap berjalan selama kemarau nanti. Meski produksi terpaksa menurun, pihaknya mendorong agar penurunan yang terjadi tak terlalu jauh, agar tidak mempengaruhi stok dan harga beras di daerah.

Bahkan, Mantan Kapolri ini menargetkan, stok pangan nasional tetap mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Bukan hanya stok yang harus tercukupi. Kalau bisa meningkat dan memungkinkan untuk ekspor,” cetusnya.

Baca juga : 2 Mantan Stafsus Menteri Diancam Pencekalan

Lebih lanjut, Tito menegaskan, masalah ketahanan pangan menjadi salah fokus Presiden Prabowo Subianto. Karenanya, dia meminta semua daerah bergerak bersama, utamanya daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Di antara program-program pro rakyat lain, ketahanan pangan selalu mendapat perhatian Presiden. Ini menyangkut masalah perut atau kebutuhan dasar. Meski ada potensi kekeringan sawah-sawah harus tetap berproduksi,” tandasnya.

Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, periode Juni-September 2025 menjadi masa kritis produksi beras, karena berbarengan dengan musim kemarau. Namun begitu, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis, untuk mencapai swasembada pangan.

Baca juga : Bos BTN Patok Akuisisi Rampung Oktober 2025

Amran menjelaskan, Pemerintah akan membagikan 80 ribu unit pompa ke seluruh Indonesia, untuk mengurangi risiko kekeringan. Selain itu, pihaknya juga telah meminta dukungan gubernur, bupati, TNI dan sejumlah kementerian terkait, untuk mempercepat perbaikan irigasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.