BREAKING NEWS
 

Seluruh SD Dan SMP Akan Digratiskan

Orangtua Tidak Sekolahkan Anak Kudu Diganjar Sanksi

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 9 Juni 2025 06:50 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mewajibkan Pemerintah menyelenggarakan pendidikan gratis untuk jenjang SD dan SMP, mendapat sambutan positif. Namun demikian, pelaksanaan putusan itu disarankan diikuti aturan sanksi terhadap orangtua yang tidak memberikan dukungan untuk anaknya.

Putusan MK itu dikeluarkan pada Selasa (27/5/2025). Isinya, mewajibkan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menyelenggarakan pendidikan gratis untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik di sekolah negeri maupun swasta.

Putusan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk penegasan amanat Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan.

Baca juga : Luna Maya, Jarang Serumah Dengan Maxime

Menanggapi putusan MK ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan siap mempercepat kebijakan pen­didikan gratis jenjang SD dan SMP, naik di sekolah negeri maupun swasta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan, pendidikan gratis merupakan bagian dari programnya. Dia yakin, dengan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang cukup besar, Jakarta dapat menjalankan program pendidikan gratis.

Pram menuturkan, untuk sekolah negeri, program pendidikan gratis sudah berjalan lancar. Sedangkan untuk sekolah swasta, Pemprov DKI sedang mempersiapkannya.

Baca juga : Pemakzulan Gibran Nggak Masuk Akal

“Kami sedang mempersiap­kan beberapa SD dan SMP, sebagai proyek percontohan sekolah swasta gratis,” kata Pram.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Justin Adrian menyambut positif putusan MK tersebut. Dia mendorong regulasi lebih lanjut, agar Sekolah Menengah Umum (SMU) swasta dan Seko­lah Menengah Kejuruan (SMK) swasta juga gratis.

“Orangtua juga harus berperan aktif dalam memastikan anak-anaknya bersekolah dan betul-betul belajar. Bukan abai, sehingga anak-anaknya terlibat kegiatan negatif seperti tawuran dan balap liar,” kata Justin, Kamis (5/6/2025).

Adsense

Baca juga : Teleponan Satu Jam, Trump Dan Jinping Redakan Ketegangan

Sebab, lanjut Justin, kebi­jakan ini tidak serta merta me­maksimalkan angka partisipasi bersekolah. Karena itu, dia me­nyarankan, Pemprov DKI mem­barengi program Sekolah Gratis dengan kebijakan punitif (pem­berian sanksi) kepada orangtua.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense