RM.id Rakyat Merdeka - Bank DKI secara resmi ganti nama dan logo, menjadi Bank Jakarta. Perubahan ini diharapkan diikuti perubahan kinerja menjadi lebih baik. Jangan membuat nasabah kecewa lagi seperti sebelum hari raya Idul Fitri 2025 lalu, tidak bisa transfer dan tarik tunai.
Tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-498, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta mengumumkan nama dan logo baru Bank DKI.
Nama lembaga keuangan yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI tersebut, diganti menjadi Bank Jakarta.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Wahyu Dewanto mengingatkan, perubahan nama Bank DKI menjadi Bank Jakarta, sah-sah saja. Apalagi, sekarang Jakarta sudah ditetapkan sebagai Provinsi Jakarta, bukan lagi DKI Jakarta.
“Memakai nama Bank Jakarta, bank ini semestinya bergerak menjadi bank milik Pemerintah Provinsi yang besar, seperti besarnya Kota Jakarta,” kata Wahyu kepada Rakyat Merdeka, Senin (23/6/2025).
Namun yang terpenting, lanjut Wahyu, mengubah kultur dan kinerja. Dari Bank DKI yang kadang menghadapi masalah, menjadi bank yang dapat melayani kebutuhan warga, para pelaku usaha, serta kebutuhan Pemerintah kota besar, Jakarta.
Sebagai informasi, pada 29 Maret 2025, sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, Bank DKI mengalami gangguan layanan. Nasabah tidak dapat mengakses aplikasi JakOne Mobile dan ATM.
Baca juga : Digandeng Calon Mertua
Gangguan ini menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan transfer, tarik tunai dan mengakses layanan lainnya. Kejadian ini membuat para nasabah kecewa. Sebab, saat butuh uang untuk keperluan Lebaran, saldo mereka “terjebak” dan tidak bisa digunakan.
Gangguan ini berlangsung cukup lama, seminggu lebih. Akibat gangguan ini, muncul ajakan agar para nasabah mengosongkan rekening di Bank DKI.
Karena itu, menurut Wahyu, Komisi Bidang Perekonomian yang meliputi Badan Pembinaan (BP) BUMD dan Perusahaan Daerah, mendorong Bank Jakarta memperbaiki kinerjanya, dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta.
“Kolaborasi yang dilandasi profesionalisme serta keseriusan dalam melihat kebutuhan warga Jakarta, serta kebutuhan tentang layanan perbankan yang berkembang sangat dinamis,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Wahyu berharap, Bank Jakarta terus berinovasi dan jangan hanya mengandalkan Pemprov Jakarta. “Bank Jakarta harus dapat bersaing dengan bank lain yang saat ini sudah semakin berkembang, dengan berbagai produk perbankannya,” katanya.
Untuk itu, lanjut Wahyu, sejak momentum perubahan nama, Bank Jakarta harus bekerja keras, cepat dan cerdas untuk mengubah total citra kurang bagus yang masih melekat pada nama Bank DKI.
Wahyu juga mendorong Bank Jakarta untuk melengkapi dan meningkatkan fasilitas layanan perbankan. Keterbatasan fasilitas layanan, seperti keberadaan kantor cabang dan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), lanjut dia, dapat diatasi dengan kolaborasi antar bank, sebagaimana yang lazim dilakukan bank saat ini.
Baca juga : Nadiem Nenteng 2 Tas Berisi Berkas Dan Obat
Gubernur Jakarta Pramono Anung mencanangkan nama baru Bank DKI di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan, Minggu (22/6/2025).
Menurut Pram, perubahan nama ini, menandai awal transformasi besar Bank DKI menuju institusi keuangan yang lebih modern, profesional, dan kompetitif di tingkat nasional hingga regional.
“Sebagai Gubernur, saya menaruh harapan yang tinggi sekali kepada Bank Jakarta untuk mentransformasi dirinya menjadi bank yang profesional,” harap Pram.
Pram juga menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam mengelola bank daerah yang betul-betul bisa dipercaya publik. “Yang paling utama, Direktur Utama, Komisaris Utama dan seluruh jajaran Bank Jakarta harus mempersiapkan diri,” pesannya.
Terutama, lanjut Pram, menyiapkan Initial Public Offering (IPO) atau go public pada 2026. “Rencana IPO, merupakan salah satu langkah strategis Bank Jakarta. IPO juga untuk menjawab tuntutan Otoritas Jakarta Keuangan (OJK) tentang peningkatan status bank,” kata mantan Sekretaris Kabinet ini.
Menurutnya, menjadi perusahaan terbuka akan meningkatkan tata kelola yang baik dan pengawasan publik. “Saya termasuk yang percaya, untuk me-manage bank, seperti Bank Jakarta akan lebih baik kalau diawasi secara terbuka oleh publik,” ucapnya.
Selain ganti nama, Bank DKI juga meluncurkan logo baru sebagai bagian dari rebranding. Pram menambahkan, rebranding dilakukan melalui proses panjang dan pertimbangan berbagai pihak, bukan hanya direksi dan komisaris Bank DKI.
Baca juga : Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal
Pram pun memastikan dukungan penuh Pemprov DKI untuk pengembangan Bank Jakarta. “Saya sudah meminta kepada jajaran direksi untuk segera membangun kantor Bank Jakarta di tempat yang representatif dan membanggakan warga,” ujarnya.
Pram juga menyampaikan, warna baru Bank Jakarta, yakni oranye, menjadi simbol dukungan terhadap klub sepak bola Persija Jakarta. “Ini bagian dari komitmen saya untuk membesarkan Persija. Percuma, bank yang maju, Persija-nya tidak menang,” ucapnya.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo menuturkan, perubahan ini bukan sekadar kosmetik, melainkan awal dari transformasi menyeluruh.
“Perubahan yang kami lakukan tidak sekadar pada nama dan logo, tapi mencerminkan arah baru, semangat baru dan komitmen baru yang lebih kuat kepada masyarakat Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya,” jelasAgus.
Agus menjelaskan, Bank DKI yang berdiri sejak 1961, kini harus beradaptasi dengan tantangan zaman yang berubah, ekspektasi masyarakat semakin tinggi, perkembangan teknologi bergerak begitu cepat dan kompetisi meluas. “Tidak hanya dari bank lain, tapi juga dari perusahaan teknologi finansial yang inovatif dan agresif,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.