Dark/Light Mode

Tolak Hasil Muswilub

Partai Ka’bah Kepri Tarik Dukungan Untuk Mardiono

Selasa, 24 Juni 2025 07:30 WIB
Wakil Ketua DPW PPP Kepri, Andi Purnama (tengah) didampingi seluruh ketua DPC PPP se-Kepri dan pengurus harian DPW PPP Kepri di Tanjungpinang, Minggu (22/6/2025). (Foto: PPP Kepri)
Wakil Ketua DPW PPP Kepri, Andi Purnama (tengah) didampingi seluruh ketua DPC PPP se-Kepri dan pengurus harian DPW PPP Kepri di Tanjungpinang, Minggu (22/6/2025). (Foto: PPP Kepri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinamika Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelang pelaksanaan Muktamar X semakin memanas. Seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Se Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menarik dukungan terhadap Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kepri bukan saja me­narik dukungan terhadap Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, Muhammad Mar­dio­no, tapi juga menolak penca­lonan­nya kembali pada Muktamar X mendatang.

“Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan hasil Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) yang digelar Mei lalu di Batam,” tegas Wakil Ketua DPW PPP Kepri, Andi Purnama yang ditunjuk sebagai juru bicara, Senin (23/6/2025).

Andi mengatakan, menolak SK DPP PPP nomor 1693/SK/DPP/W/VI/2025 tentang kepengurusan PPP Kepri hasil Muswilub. Kepengurusan teesebut, kata dia, tidak mencerminkan aspirasi DPC se-Kepri dan menandakan pengabaian prinsip kolegialitas partai.

“Atas kesewenang-wenangan ini, seluruh DPC se-Kepri memberi tenggat waktu tujuh hari kepada DPP PPP untuk merespons tuntutan kami ini,” tegasnya.

Menurut Andi, jika DPP PPP mengabaikan tuntutan seluruh DPC se-Kepri, maka akan me­nem­puh langkah hukum administratif sesuai aturan internal partai. Selain itu seluruh pengurus DPC se-Kepri juga mendukung hadir­nya figur-figur baru yang memiliki integritas, kapabilitas, serta visi membangkitkan kembali kejayaan PPP pada Pemilu 2029.

Baca juga : Kredit Diramal Tetap Tumbuh Double Digit

“Pelaksanaan Muswilub DPW PPP Kepri meninggalkan banyak catatan kritis,” ujarnya.

Catatan kritis itu di antaranya, Andi membeberkan, mekanisme dalam AD/ART dan peraturan or­ganisasi tidak dijalankan sepenuhnya. Pelaksanaan Muswilub juga, kata dia, tidak bersifat kolektif-kolegial, dan tidak dirapatkan terlebih dahulu di internal pengurus harian. 

“Seolah-olah partai ini milik segelintir orang,” kata Andi.

Senada, Bendahara DPW PPP Kepri, Effy Yusuf menambahkan, proses Muswilub cacat se­cara moral. Dia mengungkapkan, ada praktik penunjukan sepihak nama-nama dalam struktur kepengurusan tanpa konfirmasi, yang akhirnya berujung pada pengunduran diri sejumlah pihak. 

“SK itu seperti main comot na­ma orang, tanpa dikomuni­ka­si­kan. Tidak elok,” katanya.

Kekecewaan juga diungkapkan Ketua DPC PPP Lingga Sa­parudin, Ketua DPC Natuna Pang Ali, dan Ketua DPC Bintan Fir­daus. Ketiganya memprotes ke­putusan formatur DPP yang tidak mengakomodasi calon ketua yang diusulkan mayoritas formatur dan seluruh DPC se-Kepri yakni, Gaffaruddin Ibrahim.

Baca juga : Penyaluran Beras Murah Mandek Nih

“Padahal, DPC se-Kepri 100 persen sepakat mengusulkan Gaffaruddin. Tapi malah disahkan nama lain tanpa alasan jelas. Ini menunjukkan bahwa aspirasi kami diabaikan,” beber Firdaus.

Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPW PPP Riau, Husaimi mendukung kebijakan Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Rommy Romahurmuziy bahwa PPP mesti dipimpin oleh eksternal partai. Menurutnya, kondisi PPP saat ini dalam keadaan terpuruk, sehingga butuh sosok yang kuat.

“Upaya yang dilakukan oleh Gus Rommy adalah untuk menyelamatkan partai, bukan untuk pribadi. Kalau untuk pribadi, ngapain dia sibuk-sibuk,” ujarny.

Husaimi menilai, apa yang dilakukan Rommy adalah bentuk tanggung jawab terhadap PPP yang telah membesarkannya. Husaimi mengaku turut berpikir agar partai berlambang Ka’bah ini bisa besar dan bangkit kembali.

“Jadi kawan-kawan DPW, DPC se-Riau, kami melihat dia hanya memandang oknum saja, person saja, kita bicara Riau ini Indonesia, jangan bicara Riau. Kalau bicara Riau itu kecil, Riau cuma 28 suara untuk muktamar PPP. Sangat kecil saat muktamar dan bahkan tidak nampak,” katanya.

Sebagai kader senior PPP Riau, Husaimi berpesan agar kader partai pandai bermain sehingga PPP bisa bangkit. Dia mengingatkan ka­der PPP di tingkat DPC untuk tidak asal bicara. Apalagi, kata dia, sampai mengimbau semua orang untuk mundur. 

Baca juga : Pram Happy ASN Patuh Naik Angkutan Umum

“Emang kalian siapa, bukan level itu lah. Kita bicara tingkat nasional hari ini bagaimana PPP ini besar,” tukasnya.

Husaimi juga heran, dengan mempertahankan orang yang gagal membawa masuk ke Senayan (DPR RI), namun dipaksakan kembali jadi ketua. “Apakah mungkin kita bisa lolos?” tegasnya.

Dia juga menyinggung usulan pemecatan Rommy. Dia mengingatkan, pemecatan kader ada proses yang harus dilalui. “Kalau hanya untuk tingkat kabupaten/kota levelnya cocok hari ini, demo DPW. Namun dirinya juga heran dengan DPW yang menyambut demo, tapi DPW sejalan pula deng­an yang mendemo, aneh juga ini, orang yang didemo seakan-akan ada rekayasa,” sebutnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.